Gambar: Ketua Wushu Kota Pekanbaru, Erton Tito Hutagaol, SE (kiri), yang mengenakan kemeja bermotif biru, berpose salam jempol bersama Pembina Wushu Kota Pekanbaru, Martinus Hasibuan, SH (kanan), yang mengenakan seragam dinas Kejaksaan lengkap dengan atribut, di teras kediaman Kompleks Kuantan Regency.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Ketua Wushu Kota Pekanbaru, Erton Tito Hutagaol, SE, melakukan kunjungan koordinasi ke kediaman Pembina Wushu Kota Pekanbaru, Martinus Hasibuan, SH, di Kompleks Kuantan Regency, Senin 9 Februari 2026. Pertemuan ini bertujuan memperkuat pengembangan cabang olahraga (cabor) wushu guna mencetak generasi muda berprestasi dan jauh dari pengaruh negatif seperti narkoba.
Martinus Hasibuan, mantan jaksa dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kajati Riau, menyambut hangat kunjungan tersebut. Sebagai tokoh hukum yang peduli pembinaan pemuda, ia menekankan pentingnya olahraga sebagai wadah positif. “Harapan saya, kegiatan wushu ini mampu menciptakan anak-anak muda berprestasi dan menjauhkan mereka dari kejahatan narkoba maupun pelanggaran hukum lainnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain peran pemerintah, cabor seperti wushu harus aktif menempa mental dan menumbuhkan jiwa patriotik pada generasi muda. Dukungan ini diharapkan mempercepat program pelatihan dan kompetisi wushu di Pekanbaru, yang saat ini sedang gencar menggaet pemuda usia sekolah untuk mengikuti latihan rutin.
Erton Tito Hutagaol menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan masukan membangun dari pembina. “Sesuai harapan Bapak Martinus Hasibuan, kami sebagai pengurus Wushu Kota Pekanbaru akan lebih aktif mengedukasi anak-anak muda. Tujuannya, menumbuhkan minat mereka berprestasi di wushu sehingga mewujudkan cita-cita dan hidup layak di masa depan,” tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung santai selama sekitar satu setengah jam itu diakhiri secangkir kopi, mencerminkan komitmen kolaboratif antara pengurus dan pembina untuk kemajuan wushu Pekanbaru.
/H4N4EL






















































Discussion about this post