Gambar: Wali Kota Dumai, H. Paisal, didampingi oleh Kepala Balai POM Kota Dumai, Emi Amalia, beserta jajaran aparatur pemerintah kota dan Satpol PP saat berjalan menyisir lapak pedagang untuk melakukan pengawasan keamanan jajanan berbuka puasa di kawasan pasar Ramadan Kota Dumai.
DUMAI (Utusan Rakyat) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai menggelar inspeksi pengujian terhadap jajanan makanan ringan (takjil). Inspeksi ini guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan didampingi langsung oleh Wali Kota Dumai agar takjil yang beredar benar-benar bebas dari bahan kimia berbahaya.
Aksi pengambilan sampel dan pengujian lapangan ini difokuskan di sepanjang Jalan Sukajadi dan sejumlah titik pasar Ramadhan strategis di Kota Dumai pada Selasa (24/2/2026). Tim gabungan menyisir lapak-lapak pedagang untuk melakukan sampling secara acak sebagai bentuk perlindungan konsumen.
Dalam operasi tersebut, petugas BPOM membawa laboratorium berjalan dan menggunakan test kit untuk melakukan pengujian cepat (rapid test) di lokasi. Fokus pengujian menyasar empat zat berbahaya yang dilarang keras dalam pangan:
• Formalin
• Boraks
• Rhodamin B (Pewarna merah tekstil)
• Metanil Yellow (Pewarna kuning tekstil)
Kepala Balai POM Kota Dumai, Emi Amalia S.Farm., Apt., M.Sc mengungkapkan bahwa dari 24 sampel takjil yang diuji, seluruhnya menunjukkan hasil positif dalam arti baik. “Intensifikasi pangan Ramadhan ini rutin kami lakukan. Untuk takjil kali ini, hasilnya menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat dan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.
Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS, yang turun langsung mendampingi tim BPOM, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Ia memberikan apresiasi kepada para pedagang yang telah menjaga kualitas dagangannya, namun tetap memberikan peringatan keras bagi yang coba-coba berbuat curang.
“Kami mendukung penuh kegiatan pengawasan ini. Jika di kemudian hari ditemukan pelanggaran atau pedagang yang sengaja membahayakan kesehatan konsumen, kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas,” ujar Walikota H. Paisal.
Pak Wali juga mengajak warga Kota Dumai untuk menjadi Konsumen Cerdas. “Perhatikan kondisi fisik pangan, seperti warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan,” tambahnya.
Langkah proaktif ini disambut positif oleh warga yang sedang berburu takjil, Fitri Wulandari Usman, berkunjung ke pasar Ramadhan, mengaku lebih tenang setelah melihat adanya pengujian BPOM langsung.
“Sangat senang kalau kualitas jajanan diuji langsung oleh pihak berwenang. Jadi kita makannya tidak was-was lagi,” ungkapnya singkat.
Dengan hasil nihil temuan bahan berbahaya ini, diharapkan masyarakat Kota Dumai dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman dan nyaman hingga hari kemenangan tiba.
/Navolino





















































Discussion about this post