Gambar: Ilustrasi minyak bumi (Sumber: Bloomberg)
Jakarta (Utusan Rakyat) – Harga minyak mentah dunia bergerak dalam tren stabil-lemah dengan minyak Brent berada di kisaran US$65-66 per barel menjelang dan mengikuti keputusan OPEC+ menambah produksi mulai Oktober 2025. Setelah mengalami koreksi lebih dari dua persen pada pekan sebelumnya, harga minyak menunjukkan pemulihan terbatas di awal September.
Data perdagangan menunjukkan minyak Brent untuk kontrak November 2025 sempat menguat tipis ke US$66,28 per barel pada awal pekan ini pasca keputusan OPEC+. Namun, tren sebulan terakhir masih menunjukkan penurunan kecil dengan harga Brent tercatat US$65,58 pada 5 September 2025, turun 2,10% dari hari sebelumnya. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$62,53 per barel, menguat 1,07% pada Senin (8/9/2025).
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mengumumkan kesepakatan untuk menaikkan produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai Oktober 2025. “Delapan negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 137.000 barel per hari,” demikian bunyi pernyataan resmi OPEC+. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan sekitar 555.000 barel per hari pada Agustus dan September 2025.
Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian OPEC+ di tengah proyeksi permintaan global yang melemah seiring berakhirnya musim berkendara di Amerika Serikat. Girta Putra Yoga, Research and Development ICDX, mengatakan faktor yang mempengaruhi terkoreksinya harga minyak mentah adalah delapan anggota OPEC+ yang mempertimbangkan peningkatan lebih lanjut produksi minyak bulan Oktober.
Sejak April 2025, OPEC+ telah membalikkan strategi pemangkasan produksi dan menaikkan kuota sekitar 2,5 juta barel per hari atau sekitar 2,4% dari permintaan dunia untuk meningkatkan pangsa pasar. Langkah ini dilakukan di bawah tekanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menurunkan harga minyak, namun belum berhasil menurunkan harga secara signifikan karena sanksi Barat terhadap Rusia dan Iran.
Pasar energi global kini menjaga biaya dalam rentang moderat dengan harga minyak yang diperdagangkan mendekati US$66 per barel. Prospek ekonomi dunia yang stabil dan fundamental pasar yang kuat menjadi pertimbangan utama OPEC+ dalam mengambil keputusan produksi. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 5 Oktober 2025 untuk meninjau kembali kondisi pasar dan membuat keputusan lanjutan. (@PT)



















































Discussion about this post