Gambar: Erawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menjadi korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, saat sedang memeluk bayi majikannya.
HONG KONG (Utusan Rakyat) – Kabar duka yang mengguncang komunitas Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong kini dibalut dalam kisah heroik nan memilukan. Salah satu korban tewas dalam insiden kebakaran hebat pekan lalu, Erawati seorang pekerja migran asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan dalam posisi yang merobek hati siapapun yang mendengarnya
Erawati, yang jauh dari tanah air untuk berjuang mencari nafkah, kini dipastikan telah berpulang. Namun, laporan penemuan jenazah yang beredar cepat di kalangan komunitas BMI mengungkapkan sebuah pengorbanan tak ternilai.
Menurut saksi dan keterangan yang beredar, jasad Erawati ditemukan dalam keadaan erat memeluk bayi majikannya. Di tengah kengerian api yang melalap, naluri kemanusiaan Erawati mengambil alih segalanya. Pelukan terakhirnya adalah perisai bagi sang bayi, sebuah tindakan heroik yang menunjukkan dedikasi dan cinta kasih yang mendalam, bahkan di ujung nyawa.
“Ya Allah, ditemukan dalam pelukan bayi yang diasuhnya. Itu kabar yang paling membuat hati kami hancur,” ujar seorang rekan seperjuangan Erawati, menahan tangis. “Dia bukan hanya bekerja; dia menjalaninya sebagai amanah yang ia jaga sampai akhir.”
Komunitas BMI Hong Kong kini berkabung, mengenang Erawati sebagai saudari seperjuangan yang gugur dalam jihad mencari nafkah.
“Husnul Khatimah, Mbak…”
Peristiwa ini segera menjadi simbol pengorbanan para pekerja migran, yang seringkali harus menanggung risiko besar demi keluarga di kampung halaman. Erawati, yang meninggalkan keluarga di Dampit, kini dikenang sebagai sosok yang meninggal dalam kemuliaan.
“Kami semua mendoakan Husnul Khatimah untuk Mbak Erawati,” lanjutnya. “Beliau meninggal dalam keadaan berjihad. Semoga pengorbanannya menjadi penerang bagi keluarganya.”
Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga di Malang. Doa dan dukungan terus mengalir agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan terberat ini.
Kisah Erawati, pahlawan Devisa yang berpulang dengan pelukan terakhir yang tulus, akan selamanya menjadi pengingat akan ketulusan hati para pejuang nafkah di rantau.
(Tari)





















































Discussion about this post