Gambar: Kolase foto yang menampilkan suasana upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Markas Korem 044/Gapo, Palembang, Rabu (1/10/2025). Terlihat Kasi Perencanaan Korem 044/Gapo, Kolonel Inf Denny Juwon Pranata, bertindak sebagai Inspektur Upacara saat memimpin jalannya upacara, sementara para prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti upacara dengan khidmat.
PALEMBANG (Utusan Rakyat) – Kasi Perencanaan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Denny Juwon Pranata selaku Inspektur Upacara memimpin jalannya upacara Hari Kesaktian Pancasila, bertempat di lapangan Markas Korem 044/Gapo Jl. Jenderal Sudirman Km. 4 Kota Palembang, Rabu (1/10/2025).
Upacara diikuti para Kasi, Pasi, Dan/Ka Balakrem, Perwira, Bintara, Tamtama, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Korem 044/Gapo. Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan tanda kebesaran Pancasila dengan dibacakannya teks Pancasila oleh inspektur upacara, dilanjutkan pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan ikrar untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui rilisnya, Kapenrem 044/Gapo Mayor Inf Jauhari mengungkap, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia untuk tidak melupakan sejarah bangsa. Selain itu juga untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Sebagai generasi penerus, kita tidak boleh melupakan sejarah bangsa. Bangsa ini ada karena para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia yang kita cintai,” ujar Kapenrem.
Lebih lanjut disampaikan, sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada kenyataannya banyak terjadi rongrongan, baik dari dalam maupun luar negeri. Rongrongan tersebut terjadi karena kelengahan dan kurangnya kewaspadaan terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi Negara.
Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, sampai kini bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mari kita bersatu padu, bergandeng tangan menjalin kebersamaan, soliditas, dan sinergitas segenap komponen dan elemen bangsa untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan kita demi tetap tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia dari kemungkinan ancaman dan tantangan bangsa yang ingin mengganti ideologi Pancasila,” katanya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kembali peristiwa sejarah G30S/PKI yang terjadi pada 30 September 1965, sebagai sebuah pengkhianatan terhadap ideologi negara. Melalui upacara ini, Korem 044/Gapo mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk merenungkan makna kesaktian Pancasila sebagai landasan moral dan ideologi bangsa, bahwa Pancasila harus dihayati, diamalkan, dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
(rilis/amir)
Sumber: Penrem 044/Gapo





















































Discussion about this post