Gambar: Upaya Terpadu Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Dumai Petugas kepolisian bersama tim gabungan berjibaku memadamkan api yang melahap lahan gambut di wilayah Dumai. Kondisi medan yang berasap pekat dan vegetasi yang kering menjadi tantangan utama dalam proses lokalisir api agar tidak meluas ke area pemukiman dan perkebunan warga.
Dumai (Utusan Rakyat) – Kualitas udara di Kota Dumai memburuk secara signifikan akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik. Berdasarkan data pantauan indeks kualitas udara dari IQ Air, pada Selasa malam pukul 19.00 WIB, angka Air Quality Index (AQI) Dumai menyentuh angka 160, yang mengategorikan wilayah ini ke dalam Zona Merah atau Tidak Sehat.
Ancaman Sanksi Tegas
Menyikapi kondisi yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kota Dumai mengeluarkan himbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat. Pemko menegaskan tidak akan menoleransi aktivitas apa pun yang berpotensi memicu api di area hutan maupun lahan.
“Tindakan tegas akan diambil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam membakar hutan dan lahan, pelaku akan diproses secara hukum tanpa pandangan bulu,” tulis pernyataan pemerintah.
Selain kepada individu, pemerintah juga menginstruksikan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Dumai untuk terjun langsung dan bertanggung jawab dalam upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla di sekitar area konsesi maupun lingkungan masyarakat.
Mundam dan Tanjung Palas Terkepung Asap
Pantauan di lapangan hari ini menunjukkan kondisi yang mencekam di dua titik utama kebakaran, yakni Kelurahan Mundam dan Kelurahan Tanjung Palas. Kabut asap pekat menyelimuti area tersebut dengan aroma terbakar yang menyengat. “Kondisi asap di area kebakaran sangat tebal. Jarak pandang terbatas, hanya berkisar sekitar 2 meter,” lapor petugas di lapangan.
Kondisi ini tidak hanya menghambat upaya pemadaman, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.
Rekomendasi Kesehatan
Mengingat tingkat polusi udara yang masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan, Dinas Kesehatan setempat merekomendasikan langkah pencegahan segera bagi masyarakat:
- Wajib menggunakan masker standar (N95 disarankan) saat berada di luar ruangan.
- Menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
- Segera menutup sirkulasi udara rumah agar asap tidak masuk ke dalam hunian.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus berjibaku di lokasi kebakaran untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan lahan guna mencegah api terus meluas.
Sementara itu ditengah Krisis Air, Polsek Dumai Timur Gelar Sholat Istisqo’ Do’a Mohon Hujan. Untuk Mendapatkan Rahmat Serta Pertolongan Allah SWT.
Pelaksanaan Sholat Istisqa digelar di Lapangan Apel Polsek Dumai Timur, Jalan Utama Karya, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Senin (23/3/2026) pagi. Kegiatan ini diikuti unsur Forkopimda, personel kepolisian, serta masyarakat setempat.
Kegiatan yang dimulai sekira pukul 08.40 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan tujuan memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca yang mulai kering di wilayah Kota Dumai.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Dumai Sugiarto, S.E., Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang, S.I.K., S.H., Waka Polres Dumai Kompol Rahmad Syah, S.Kom., S.I.K., M.I.K., Kalaksa BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono, S.I.P., M.Si., Kabag Ops Polres Dumai Kompol Abdul Rahman, S.H., M.Han., Kabag Log Polres Dumai Kompol Masrial Tanjung, S.Sos., Danramil 01/Dumai Kota Mayor Arh Kuncoro, Kasi Trantib Kecamatan Dumai Timur Amran, S.Sos., para lurah se-Kecamatan Dumai Timur, serta personel Polres Dumai dan Polsek Dumai Timur.
Kapolres Dumai menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi cuaca yang kering serta memperkuat kebersamaan antar instansi dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar segera diturunkan hujan, sekaligus menjaga kebersamaan dan sinergi antara seluruh unsur yang ada,” ujar AKBP Angga Febrian Herlambang, S.I.K., S.H.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighfar bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Istisqa yang dipimpin oleh Ustadz Dede Muhaimin sebagai imam.
Setelah pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Farid Luqmansyah, Lc., yang mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan serta memperbanyak doa memohon turunnya hujan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat meningkatkan keimanan serta mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar kondisi alam kembali seimbang,” ujar Kapolres.
Usai kegiatan sholat istisqa, Kapolres beserta tim langsung menuju jalan Dumai Motor tepatnya di sekitaran Stadion untuk melaksanakan pemadaman api.
/Nav




















































Discussion about this post