Gambar: Sosok Menteri Keuangan RIO yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu/Biro KLI/Zalfa’ Dhiaulhaq)
Jakarta (Utusan Rakyat) – Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa, dalam berbagai forum dan keterangan pers sejak dilantik pada 8 September 2025, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai target yang lebih tinggi dari prediksi konservatif saat ini. Ia menekankan bahwa fondasi ekonomi domestik yang kuat menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dalam paparannya di Forum GREAT Lecture, Jakarta, pada 11 September 2025, Menteri menyoroti perlunya percepatan pertumbuhan ekonomi yang saat ini masih stagnan di angka 5% sejak krisis 1998. Beliau menyebutkan, untuk keluar dari “perangkap pendapatan menengah” dan menjadi negara maju, pertumbuhan ekonomi harus mencapai level yang lebih tinggi secara konsisten. Optimisme ini didasari oleh fakta bahwa perekonomian Indonesia didominasi oleh permintaan domestik, dengan konsumsi rumah tangga berkontribusi 54,25% terhadap PDB, sehingga tidak terlalu bergantung pada gejolak ekonomi global.
“Satu jalan sendiri, swasta jalan sendiri. Bayangkan kalau keduanya dijalankan bersama, mencapai 6 sampai 6,5 persen itu tidak terlalu sulit,” kata Menteri Keuangan dalam forum tersebut. Ia menambahkan bahwa latar belakangnya sebagai insinyur lulusan Teknik Elektro ITB dan ekonom dengan gelar PhD dari Purdue University, Amerika Serikat, memberinya perspektif unik dalam memahami dinamika ekonomi.
Menteri Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi 6-6,5% dapat dicapai dalam 1-2 tahun ke depan (2026-2027), meski target resmi RAPBN 2026 ditetapkan lebih konservatif di 5,4%. Presiden Prabowo Subianto bahkan memberikan target yang lebih ambisius hingga 8%, yang menurut Purbaya “bukan sesuatu yang mustahil” meski membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk tercapai.
Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta yang selama ini berjalan terpisah, serta melanjutkan investasi pada infrastruktur masif yang telah dibangun. Purbaya meyakini, kerja sama yang solid antara pemerintah dan sektor swasta adalah faktor esensial yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi keluar dari jebakan middle income trap.
Menteri Keuangan menegaskan bahwa Indonesia sudah teruji menghadapi berbagai krisis – dari 1998, 2008, 2015, hingga pandemi 2020-2021 – dan selalu berhasil bangkit, sehingga fondasi ekonomi semakin tangguh menghadapi tantangan ke depan. Ia mengakhiri optimismenya dengan keyakinan akan kemampuan pemerintah dalam mengelola perekonomian dan membawa Indonesia menuju status negara maju.
(@PT)





















































Discussion about this post