Gambar: Ilustrasi motor Honda Vario berwarna hijau toska dengan nomor polisi BG 2036 ABH yang identik dengan kendaraan milik wartawan M. Firdaus yang menjadi korban pencurian di Palembang. Kondisi motor di dalam foto tampak sedang dalam perbaikan atau pembongkaran.
Palembang (Utusan Rakyat) – Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali merajalela di Kota Palembang. Kali ini, korbannya bukan warga biasa, melainkan seorang wartawan bernama M. Firdaus, warga Komplek Sintraman Jaya, Sekip Ujung, Kecamatan Kemuning.
Motor Honda Vario 2016 warna hijau Costa dengan nomor polisi BG 2036 ABH miliknya raib digasak maling saat ia bersiap jogging pada Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
“Saya baru sadar motor hilang ketika mau keluar rumah. Motor diparkir di depan, tapi pas saya keluar sudah lenyap,” ujar Firdaus kepada wartawan usai membuat laporan di Polsek Kemuning Polrestabes Palembang.
Dari keterangan saksi, sebelum kejadian terlihat dua pria tak dikenal berada di sekitar rumah korban. Gerak-gerik mereka mencurigakan karena berpura-pura buang air kecil di bawah pohon mangga tak jauh dari lokasi.
“Saksi bilang, mereka datang berdua naik motor warna merah. Tak lama kemudian mereka pergi sambil membawa motor lain,” jelas Firdaus.
Kepolisian sektor Kemuning telah menerbitkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dengan Nomor:
LP/B/188/XI/2025/SPKT/POLSEK KEMUNING/POLRESTABES PALEMBANG/POLDA SUMSEL.
Petugas SPKT yang menerima laporan membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan penyelidikan tengah dilakukan.
“Laporan sudah kami terima. Unit Reskrim sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan mengumpulkan bukti lainnya,” ungkap salah satu petugas piket SPK Polsek Kemuning.
Kasus ini menambah panjang daftar pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan permukiman Palembang. Modus para pelaku semakin berani — bahkan beraksi di pagi hari saat warga mulai beraktivitas.
Polisi mengimbau warga agar tidak menyepelekan keamanan kendaraan, terutama saat diparkir di luar rumah.
“Gunakan kunci ganda, pasang CCTV, dan selalu waspadai lingkungan sekitar. Pencuri tidak mengenal waktu,” tegas pihak kepolisian.
Sebagai jurnalis, Firdaus mengaku prihatin dengan maraknya kejahatan jalanan yang kini menyasar siapa saja tanpa pandang bulu.
“Saya berharap polisi bergerak cepat. Kejadian ini sudah sangat meresahkan, apalagi terjadi di pagi hari di lingkungan padat penduduk,” katanya dengan nada geram.
Warga sekitar kini berharap aparat penegak hukum benar-benar menindak tegas pelaku curanmor yang terus menebar keresahan di Kota Palembang.(Kontributor : HFS/amir).





















































Discussion about this post