Gambar: Minggu pagi (29/3), Pasar Cileungsi diserbu warga untuk berbelanja kebutuhan pasca-Idul Fitri. Pedagang emas dan sembako melaporkan keramaian maksimal di tengah posisi pasar yang strategis bagi warga perumahan sekitar. (Foto: Parman/Utusan Rakyat)
Cileungsi, Bogor (Utusan Rakyat) – Pada pagi yang cerah hari ini, Minggu 29 Maret 2026, Pasar Cileungsi dipadati pengunjung yang berbelanja kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasar tradisional ini menjadi magnet bagi warga sekitar, menawarkan suasana ramai yang khas dengan hiruk-pikuk pedagang dan pembeli.
Lokasi Pasar Cileungsi yang sangat strategis menjadi salah satu kunci kepopulerannya. Terletak di antara kawasan perumahan elit dari arah Jonggol, Bogor, Bekasi, hingga Cibubur, pasar ini memudahkan akses bagi ribuan penghuni. Tak jarang, tukang sayur keliling membeli stok malam hari untuk dijual kembali ke perumahan-perumahan tersebut, menjadikannya pusat distribusi utama.
Berbagai pedagang telah siap melayani sejak beberapa hari lalu. Mulai dari penjual sembako, sayuran segar, daging, buah-buahan, hingga kebutuhan anak sekolah seperti sepatu dan tas. Tak ketinggalan pedagang emas yang menjajakan cincin dan gelang, menambah keragaman dagangan di pasar ini.
Abi Rahmat, pedagang tas dan sepatu anak sekolah, mengungkapkan bahwa kunjungan pembeli belum terlalu ramai. “Masih suasana libur sekolah dan hati raya Idul Fitri, jadi orang tua menunggu pembukaan sekolah untuk belanja besar-besaran,” ujarnya saat ditemui wartawan Utusan Rakyat.
Berbeda dengan itu, Enci Amih, pedagang emas cincin dan gelang, justru kewalahan melayani pembeli. “Sangat ramai sejak pagi, banyak yang beli untuk investasi atau jual aset pasca-Lebaran,” katanya antusias, menunjukkan lonjakan permintaan perhiasan di tengah momentum hari raya.
Sementara pedagang sembako seperti Bapak Ade dan Bapak Ridwan melaporkan keramaian maksimal. “Pembeli sudah membludak sejak subuh, terutama untuk beras, minyak, dan gula. Kebutuhan pokok selalu jadi prioritas warga,” kata Ade, diikuti anggukan setuju dari Ridwan.
Pelaporan langsung dari lokasi oleh wartawan media online Utusan Rakyat biro Bogor, Parman, menegaskan bahwa Pasar Cileungsi tetap menjadi jantung ekonomi lokal meski pasca-Idul Fitri.
/Parman




















































Discussion about this post