Gambar: Suasana arus lalu lintas di salah satu titik Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang menunjukkan kontur aspal bergelombang dan tidak rata. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari pengendara, terutama saat memasuki masa mudik Lebaran, guna menghindari risiko kehilangan kendali kendaraan akibat guncangan pada kecepatan tinggi.
Dumai (Utusan Rakyat) – Memasuki masa mudik dan arus balik Lebaran, kondisi ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) menjadi sorotan pengendara. Para pengguna jalan mengeluhkan kondisi aspal yang bergelombang dan aspal tidak rata di berbagai titik, yang dinilai membahayakan keselamatan berkendara.
Kondisi ini menjadi topik hangat setelah seorang pengendara yang tengah melakukan perjalanan dari pekanbaru menuju Dumai (24/3), yakni Kasri Rohil membagikan pengalamannya di media sosial. Ia membagikan pengalamannya kepada warga dan pengendara lainnya agar tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena risiko kehilangan kendali sangat besar.
Rawan Kecelakaan di Titik Krusial. Sejumlah titik yang dinilai sangat rawan, terutama di KM 73 dan area sekitar Bathin Solapan. Pengguna jalan menyebutkan di kolom komentar pengalamannya bahwa gelombang terasa sangat kuat, terutama saat kendaraan melewati area di bawah flyover.
“Kondisi jalan tol banyak yang bergelombang, sangat rentan terhadap pengendara yang terburu-buru. Mobil bisa terasa ‘terbang’ jika tidak menjaga kecepatan,” ujar salah satu pengguna jalan dalam unggahan yang viral.
Keluhan Tarif Tak Sebanding Pelayanan. Selain faktor keamanan, masyarakat juga menyuarakan kekecewaannya terkait tarif tol yang dianggap mahal namun tidak dibarengi dengan perawatan yang maksimal. Berikut adalah beberapa poin catatan warga:
- Minim Perawatan: Kondisi bergelombang dan tidak rata sudah terjadi cukup lama namun belum ada perbaikan secara menyeluruh.
- Perbandingan Tarif: Warga menilai tarif Tol Permai lebih mahal dibandingkan ruas tol lain, seperti Tol Kisaran-Medan, namun dengan kualitas jalan yang lebih buruk.
- Risiko Fatal: Pengendara mengira bahwa kombinasi jalan rusak dan rasa kantuk bisa berakibat fatal (laka juga).
“Tarif tol lumayan harga bayarnya, tapi jalan dikonversi dan banyak tidak rata. Pihak pengelola, mohon segera diperbaiki agar kualitas jalan sesuai standar jalan Tol yang bebas hambatan,” tulis seorang warga dalam kolom komentar publik.
Imbauan Bagi Pengendara. Bagi para pengguna jalan saling mengingatkan untuk tetap waspada. Pihak pengelola diharapkan segera memasang rambu peringatan tambahan bertuliskan “AWAS JALAN BERGELOMBANG” agar pengendara bisa mengantisipasi kecepatan sejak dini. Bagi Anda yang akan melintasi Tol Pekanbaru-Dumai, hal penting yang harus diperhatikan:
- Batasi Kecepatan: Patuhi batas maksimal 80 km/jam, atau lebih rendah jika melintasi area bergelombang.
- Fokus Ekstra: Meningkatkan kewaspadaan di KM 73 dan area Bathin Solapan.
- Periksa Kendaraan: Pastikan mesin dalam keadaan baik untuk meredam guncangan.
- Hindari Manuver Mendadak: Jangan berpindah jalur secara tiba-tiba saat mendekati gelombang atau lubang untuk menghindari hilangnya kendali.
- Pastikan kondisi ban dan suspensi kendaraan dalam keadaan prima.
Tanggapan warga Gunardi hidayat mengatakan, rawan sekarang tol pekanbaru-Dumai akibat perawatan asal-asalan. “Jalannya banyak bergelombang, tetap waspada. Pernah terkejut, begitu melaju tiba-tiba jalan bergelombang,” ujar warga yang pernah melewatinya.
Senada dengan itu Tumpal stak berkomentar, jalan tolnya banyak di tempel tidak rata. “Saya baru melewati tol Duri pinggir-Dumai jalan banyak ditempel tidak rata. Pernah terjebak 2 kali hampir saja hilang kendali,” ujarnya.
Sementara itu akun warga bernama Palala mengatakan, Banyak yang berkomentar jalan Tolnya tak sesuai harapan. Lupa mereka kalau riau itu tanah pada dasarnya bergambut 10-15 Meter.
“Perawatan apapun yang dilakukan HKI tetap akan berbalik. Itu berbeda dengan kondisi jalan Tol Sumbar Medan dan Daerah Jawa,” tulis palala.
Utamakan keselamatan dan bagi yang tak hapal spot bergelombang jangan coba-coba kejar topspeed kecepatan tinggi di tol Pekanbaru-Dumai.
/Nav




















































Discussion about this post