Gambar: Plang papan nama Badan Gizi Nasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Lentera Insan Kelurahan Biga bersanding dengan potret paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi kacang rebus, roti kemasan, telur rebus ukuran kecil, dan buah pisang yang kulitnya telah menghitam dan diduga mulai membusuk.
KOTAMOBAGU, SULUT (Utusan Rakyat) – Program Unggulan Presiden Prabowo Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) untuk menyediakan makanan Sehat dan Bergizi secara grartis tujuanya menurunkan angka stunting, neningkatkan kualitas kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak sekolah dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) sejak dini.
Sayangnya, program MBG penyajiannya tidak sesuai kualitasnya karena diakibatkan penyedia makanan hanya asal – asalan tanpa melihat nilai gizi dan kadarluasa makananya.
Sebagaimana sumber resmi didapatkan awak media telah terjadi, penyajian MBG tidak sesuai kualitas dan diduga pengurangan nilai gizinya ( takaran bahan ) sehingga banyak anak – anak sekolah enggan mengambilnya dan sebagian di buang bahkan dibiarkan berserakan diatas meja penyajian.
Menurut pemantauan reporter media dilapangan, penyajian MBG terkesan seadanya tanpa melihat aspek kualitasnya, hal ini diungkapkan salah satu peneriman manfaat tidak mau disebutkan namanya,
“Tadi kami lihat makananya cuma roti warung biasa, kacang kulit kemasan suchet sebanyak 7-11 biji dan telur ukuran kecil serta 1 buah pisang emas kecil sudah membusuk sehingga tidak semua mau mengambilnya” keluh mereka dengan penuh was-was dampaknya.
Terpisah, Ketua Profesional Jaringan Mitra Kerja Negara (PROJAMIN) BMR, Dolly Harjo Paputungan, SE melalui Sekretarisnya, Refky S.Prong menegaskan, “SPPG Biga Kotamobagu Utara dan Yayasan Bina Lentera, harus bertanggungjawab atas penyajian MBG buruk terhadap anak-anak sekolah, jangan terselip niat mencari keuntungan dengan mengabaikan sisi kualitas bahan dan kesehatan bagi penerima manfaat” tegas antox sapaan akrabanya.
Dia menambahkan, “Kami rencana melaporkan kejadian ini ke Otoritas wilayah Badan Gizi Nasional Provinsi Sulawesi Utara dan BGN Pusat, untuk dapat mengevaluasi Kepala Dapur SPPG Biga Kotamobagu Utara atas sistim pengawasan bahan dan menu makanan yang tidak memenuhi standar Gizi dan kesehatan serta perbandingan harga menu disajikan ada ketidak sesuaian perhitunganya” tandasnya.
Saat ditemui awak media, Kepala Dapur SPPG Biga Wilayah Kotamobagu Utara, Mohamad Arif Darmawan menjelaskan, “Terkait permasalahan penyajian MBG di SMAN 1 Kotamobagu semuanya telah memenuhi standar pemenuhan kebutuhan gizi dan kualitas menu yang baik” jelasnya.
Diketahui anggaran MBG kategori besar digolongkan kepada anak Kls IV SD, SMP, SMA sederajat sampai Ibu hamil sejumlah Rp.10.000 / orang dan sisanya Rp. 5000 dibagi lagi RP. 3000 gaji karyawan serta Rp. 2000 biaya operasional, ATK, listrik dan sewa gedung dari SPPG Biga sebanyak 1.828 penerima manfaat Kotamobagu Utara.
Arif pun menampik tudingan ada permainan bila dibandingkan taksiran harga bahan tersaji sekitar Rp. 7000 / orang dari budget Rp.10.000 / orang dan terdapat buah tidak segar kualitasnya, iapun menguraikan, “Taksiran pengurangan takaran bahan, kami sesuaikan harga pasaran yang sifatnya fluktuatif, sementara adanya informasi temuan buah pisang busuk hal itu tersebut akibat perubahan suhu ketika dikemas sehingga teksturnya berubah” jelas Arif notabene seirang ASN ini.
Akhir dialog bersama tim media, terselip kalimat mengandung seribu tanda tanya dari Kepala Dapur SPPG Biga Kotamobagu Utara, “Disini Kami Tidak Ada Pencitraan dan dilarang pengambilan gambar, bila konfirmasi kami jelaskan” pungkas arif serius.
/𝑫𝒐𝒍𝒍𝒚𝑯𝑷 – 𝑵𝒆𝒍 𝑨𝒃𝒂𝒚





















































Discussion about this post