Gambar: Suasana khidmat ribuan jemaah saat mengikuti kegiatan salat tahajud dan subuh berjemaah di Masjid Tahajud Subuh Ragamanunggal (MTSR) Cabang Bekasi. Kolase foto ini menunjukkan kekhusyukan para jemaah, kebersamaan antara ulama dan umara, serta momen ceramah yang diisi oleh penceramah undangan, menggambarkan antusiasme warga dalam memakmurkan masjid.
Bekasi (Utusan Rakyat) – Ribuan jamaah hadir memadati Masjid Tahajud Subuh Ragamanunggal (MTSR) Cabang Bekasi dalam kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pagi dari pukul 02.00 hingga 07.00 WIB. Acara ini menjadi simbol kekompakan antara ulama, umaro, aparat desa, dan masyarakat sekitar dalam menjalankan ibadah berjamaah.
Ketua Dewan Pembina MTSR Cabang Bekasi membuka sambutan dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan melaksanakan ibadah yang menguatkan hubungan hablumminallah (dengan Allah) dan hablumminannas (dengan sesama manusia). Ia memberikan penghargaan khusus kepada Ketua DKM Baiturrahman RT 02 RW 01 Kampung Sadang Desa Ragamanunggal yang menjadi tuan rumah, juga kepada Kepala Desa Ragamanunggal, Bapak Endi, beserta seluruh aparat desa dari staf, kepala dusun, RW, hingga ketua RT yang hadir.
Dukungan signifikan juga datang dari Ketua BPD Ragamanunggal, Bapak Sukma, yang mengajak ribuan warga untuk turut berpartisipasi. Kehadiran aparat keamanan seperti Binmaspol dan Binsa Desa semakin menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Kyai Asep Saepudin, M.A.G., dalam celotehnya menyatakan, “Hebat ulama dan umaro tingkat desa, karena kekompakan mereka membuat masyarakat mudah diajak beribadah berjamaah. Ribuan jamaah dari wilayah Setu dan sekitarnya bisa berkumpul menjalankan solat tahajud, zikir, dan dilanjutkan dengan solat syuruk.”
Ceramah utama disampaikan oleh Habib Abdullah bin Almarhum Habib Muhsin Al-Alatas dengan ciri khas senyumnya. Ia mengangkat inti hadis Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan bahwa hidup di dunia boleh dinikmati, tetapi setiap orang akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya kelak di akhirat. Menurut Habib Abdullah, kebebasan hidup bukan berarti pasif, melainkan aktif berupaya mencari ridho Allah dan meneladani Rasulullah dengan cara bergaul bersama para ulama. Dengan begitu, derajat seseorang akan terangkat di dunia dan terjaga penerangannya di akhirat.
Habib Abdullah juga menegaskan pentingnya sifat sabar dan istiqomah dalam menjalankan solat lima waktu berjamaah, yang dapat mengangkat derajat sebanyak 27 tingkat. Sementara meniru kebiasaan Rasul seperti bersiwak akan memberikan tambahan 70 derajat kebaikan.
Sebagai bagian dari kegiatan sosial, MTSR Cabang Bekasi memberikan santunan kepada dhuafa dan anak yatim, serta memberikan bingkisan kenang-kenangan kepada Ketua DKM Baiturrahman dan Kepala Desa sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka.
Saat diwawancara, Ustad Yopi mewakili warga Kecamatan Setu menyatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Di akhir acara, jamaah menikmati waktu bersilahturahmi bersama. Ustad Yopi juga bercanda, “Akan lebih mantap jika ada besek comot untuk istri dan anak sebagai sarapan pagi yang bisa dibawa pulang.” Ia lantas tersenyum dan menambahkan, “Becanda, becanda, tapi kalau ada bungkusnya, tentu luar biasa.”
(Laporan Endam Kabiro Bekasi, bersama Mahpudin Kaperwil Jawa Barat)





















































Discussion about this post