Gambar: Shalat Idul Fitri berjamaah di Masjid Jami Al‑Istiqomah Limus Nunggal, Bogor, pada Sabtu, 22 Maret 2026. Aparatur pemerintah desa, para ustadz, ustazah, tokoh ulama, dan tokoh masyarakat Cirumput terlihat kompak melaksanakan ibadah Id dengan penuh khidmat.
Limus Nunggal, Bogor (Utusan Rakyat) – Suasana penuh berkah menyelimuti Masjid Jami Al-Istiqomah, Desa Limus Nunggal, pada Sabtu, 22 Maret 2026. Ratusan jamaah memadati masjid megah itu untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri berjamaah, yang menjadi momen istimewa bagi warga setempat. Acara ini tidak hanya menjadi panggilan ibadah, tetapi juga wadah silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Shalat Idul Fitri dipimpin langsung oleh Ustadz Fitroh, S.Sos, dari Kantor Urusan Agama Desa Cileungsi, yang bertindak sebagai imam. Dengan suara merdu dan penuh karisma, beliau memimpin takbiratul ihram yang bergema, disambut semangat jamaah. Kehadiran para ulama, ustadz, dan ustazah menambah kekhusyukan, seolah mengajak semua hadirin merenungi makna kemenangan setelah sebulan berpuasa Ramadan.
Di barisan depan, aparatur pemerintah Desa Limus Nunggal tampak kompak hadir, menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga harmoni keagamaan di desa. Tokoh seperti Iyan Sopian, SH, Sekretaris Desa Limus Nunggal, duduk berdampingan dengan Ustadz Fahmi, Guru Ustadz Komarudin, SAG, Heru, SE, Irpan, SPDI, serta Atit sebagai Ketua DKM Masjid Al-Istiqomah. Mereka diikuti oleh tokoh masyarakat seperti RT Wahyu, Iskandar, RT Ikong, dan Ustadz Neneng, yang turut memperkaya kehadiran para alim ulama dari Cirumput.
Tak ketinggalan, para ustazah juga aktif berpartisipasi, membawa nuansa keibuan yang hangat dalam majelis. Ibu Juju Juharish, SPDI, dan Ibu Syifa Ulya, SPDI, bersama puluhan ustazah lainnya, mengikuti shalat dengan penuh khusyuk. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi kaum hawa, menegaskan bahwa ibadah Idul Fitri adalah panggilan bagi seluruh umat tanpa pandang gender.
Pelaksanaan shalat berlangsung khidmat dan penuh semangat, sesuai dengan tradisi Masjid Jami Al-Istiqomah yang selalu menjadi pusat kegiatan keagamaan di Limus Nunggal. Jamaah yang membludak duduk rapat di tikar hijau, saling berdesakan dalam kebersamaan yang tulus. Takbir dan doa yang mengalun menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam, seolah membersihkan hati dari segala dosa masa lalu.
Acara ini juga menjadi momentum bagi aparatur desa untuk mencontohkan kepemimpinan yang religius. Kebersamaan dengan tokoh masyarakat Cirumggal memperkuat ikatan sosial di tengah dinamika kehidupan pedesaan. Pasca-shalat, jamaah saling bersalaman, berbagi takjil sederhana, dan berdoa bersama untuk kesejahteraan desa.
Pelaporan langsung dari lokasi dilakukan oleh wartawan media online Utusan Rakyat biro Bogor, Parman. Momen Shalat Idul Fitri ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga Limus Nunggal untuk terus menjaga silaturahmi dan semangat gotong royong pasca-Lebaran.
/Parman





















































Discussion about this post