Gambar: Ilustrasi 300 Juta Jiwa di Ambang Kelaparan: Sebuah gambaran suram tentang krisis pangan global.
Jakarta (Utusan Rakyat) – Dunia memasuki fase krisis pangan yang kian akut. Laporan dan dasbor resmi PBB menunjukkan skala kelaparan global mendekati 300 juta jiwa yang hidup dalam kerawanan pangan akut (IPC fase 3 ke atas). Estimasi terbaru bervariasi karena metodologi dan cakupan: GRFC 2025 melaporkan >295 juta orang (data 2024, 53 negara/teritorial), sementara WFP memperkirakan hingga 319 juta orang di 67 negara operasi WFP tahun ini. Perbedaan angka tersebut bukan kontradiksi, melainkan konsekuensi batas cakupan dan waktu rilis data yang berbeda.
Gaza: Famine Terkonfirmasi, Seluruh Populasi Terdampak Akut
IPC pada 22 Agustus 2025 mengonfirmasi famine (IPC Fase 5) di Gaza Governorate, dengan ≥0,5 juta orang berada pada tingkat “katastrofik”. Proyeksi resmi menyebut angka itu dapat mencapai ~640.000 orang di seluruh Gaza pada akhir September, sementara populasi lainnya bertahan di level darurat (IPC4) dan krisis (IPC3). Sebelumnya, snapshot IPC dan rilis WFP menegaskan seluruh populasi Gaza mengalami kerawanan pangan akut. “We’re getting a little bit more food in… but it’s not nearly enough…,” kata Cindy McCain, Direktur Eksekutif WFP, seperti dikutip dari Reuters. “What we saw was utter devastation.”
Sudan: Perang Saudara Mendorong Krisis Terbesar
Di Sudan, dua tahun perang memicu salah satu krisis kemanusiaan terparah. WFP mencatat 24,6 juta orang berada pada IPC3+, dengan famine pertama dikonfirmasi pada Agustus 2024 di Kamp Zamzam (Darfur Utara). Peringatan IPC (Juli 2025) menyorot jutaan orang yang tetap “underserved” karena akses dan keamanan yang buruk. FAO-WFP Hunger Hotspots (Juni-Oktober 2025) menempatkan Sudan dan Palestina (Gaza) sebagai “hotspots of highest concern”.
Mengapa Krisis Memburuk
Tiga faktor saling menguatkan: konflik bersenjata (blokade/akses dan disrupsi produksi pangan), guncangan ekonomi (inflasi harga pangan dan pendapatan riil menurun), dan iklim ekstrem (kekeringan/banjir merusak panen). Ringkasan kebijakan dan data komparatif tentang penyebab-solusi juga dirilis Bank Dunia dan pembaruan WFP.
Apa yang Mendesak Dilakukan
Badan-badan PBB menekankan kombinasi gencatan senjata & akses kemanusiaan, pendanaan respons yang memadai, dan pemulihan sistem pangan lokal (logistik, pasar, gizi ibu-anak). IPC dan WHO menegaskan indikator kunci-konsumsi pangannya, malnutrisi akut anak, serta mortalitas-sudah melewati ambang kelaparan di bagian-bagian Gaza, dengan risiko meluas tanpa perubahan akses.
Ringkasan Data Kunci & Linimasa
- GRFC 2025 (Mei 2025): >295 juta orang alami kelaparan akut (data 2024, 53 negara/teritorial).
- WFP Global Hunger (2025): hingga 319 juta orang menghadapi kelaparan akut di 67 negara operasi WFP.
- Gaza (22 Agustus 2025): Famine dikonfirmasi di Gaza Governorate; ≥0,5 juta orang di IPC5; proyeksi ~640.000 pada akhir September. Seluruh populasi tercatat mengalami kerawanan pangan akut pada snapshot sebelumnya.
- Sudan (2024-2025): 24,6 juta orang di IPC3+; famine pertama dikonfirmasi Agustus 2024 di Kamp Zamzam; akses kemanusiaan tetap buruk pada Juli 2025.
- Hotspots (Juni-Oktober 2025): Sudan dan Palestina (Gaza) dikategorikan sebagai level kekhawatiran tertinggi.
Catatan: perbedaan angka 295-319 juta mencerminkan cakupan wilayah dan periode rilis yang berlainan (GRFC vs. dasbor WFP). Keduanya konsisten menunjukkan tren memburuk pada 2024-2025.
(@PT)






















































Discussion about this post