Gambar: Serangan rudal Rusia di Kyiv (Foto: Vatican News)
Kyiv (Utusan Rakyat) – Rusia melancarkan serangan udara terbesar sejak perang dimulai, Minggu dini hari waktu setempat, menghantam dan membakar gedung utama pemerintahan di jantung Kyiv serta menewaskan warga sipil, menurut otoritas Ukraina dan saksi mata di lokasi. Sedikitnya empat orang tewas di seluruh Ukraina, termasuk seorang bayi, dan lebih dari 40 orang terluka, sementara kebakaran terjadi di sejumlah permukiman ibu kota. Serangan itu segera memicu kecaman internasional dan mendorong konsultasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan mitra-mitra Eropa terkait langkah lanjutan atas konflik Ukraina.
Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia melancarkan lebih dari 800 drone bersama rentetan rudal dalam gempuran terkoordinasi yang sebagian besar berhasil dipatahkan pertahanan udara, namun hantaman langsung dan serpihan tetap memicu kebakaran di beberapa distrik. Api terlihat di atap kompleks Kabinet Menteri di pusat kota, sementara aparat darurat mengevakuasi warga dan memadamkan kobaran yang menjalar ke lantai atas gedung. Otoritas dan media internasional menegaskan ini untuk pertama kalinya sejak invasi skala penuh gedung pemerintahan utama Ukraina di Kyiv terdampak serangan secara langsung.
“We are counting on a strong reaction from America. This is what is needed,” kata Volodymyr Zelensky, seperti dikutip dari The Kyiv Independent dalam pidato malamnya menanggapi serangan massal tersebut. “For the first time since the beginning of the full-scale invasion, Russians have struck our government headquarters in the heart of Kyiv,” kata Perdana Menteri Yulia Svyrydenko, seperti dikutip dari PBS NewsHour.
Gempuran terbaru ini terjadi saat upaya diplomatik AS-Eropa untuk mendorong penyelesaian politik dan gencatan senjata tersendat, dengan para pemimpin Eropa menegaskan perlunya penguatan dukungan pertahanan dan sanksi tambahan terhadap Moskow. Di Washington, Presiden AS Donald Trump menyatakan siap melangkah pada putaran sanksi baru terhadap Rusia setelah serangan ini, seiring berlanjutnya koordinasi dengan sekutu trans-Atlantik.
Sehari setelah serangan, pejabat Ukraina mengajak para diplomat asing meninjau langsung kerusakan di kantor-kantor pemerintah di pusat Kyiv sebagai bagian dari upaya menggalang dukungan internasional. Pemerintah Ukraina menyerukan percepatan bantuan pertahanan udara dan penguatan sanksi sebagai respons yang “nyata” atas eskalasi serangan Rusia. Di sisi lain, mitra AS-Eropa melanjutkan pembahasan opsi dukungan dan tekanan lanjutan terhadap Kremlin dalam beberapa hari mendatang.
(@PT)




















































Discussion about this post