Gambar: Memperlihatkan kontras antara kondisi fisik pasien yang membutuhkan penanganan medis segera dengan situasi administratif di Rumah Sakit (RS) Prima Pekanbaru. Visual ini terdiri dari dua bagian yang saling berkaitan:
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Seorang pasien rawat jalan bernama Wisma mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Prima Kota Pekanbaru yang dinilai mengecewakan, terutama sistem pengambilan antrian online pukul 00.00 WIB. Keluhan ini mencuat setelah pasien berulang kali gagal mendapatkan kuota dokter melalui aplikasi JKN BPJS Kesehatan.
Wisma, yang datang berulang kali ke RS Prima, selalu disarankan mendaftar online terlebih dahulu oleh petugas pendaftaran. Namun, upaya tersebut berujung kekecewakan karena kuota penuh dan kendala sistem di kanal BPJS Kesehatan. Pasien sempat hampir menyerah berobat, tapi kembali semangat setelah ditemani kerabat.
Pada 16/4/2026, kerabat Wisma mendatangi RS Prima untuk mengonfirmasi keluhan dan meminta solusi. Setelah berdiskusi dengan duta BPJS Kesehatan dan pihak rumah sakit, disepakati bahwa Wisma boleh berobat pada 23/4/2026 melalui pendaftaran manual tanpa booking online.
Pagi itu, Wisma dan kerabatnya tiba di RS Prima pukul 08.30 WIB sesuai jadwal. Sayangnya, jadwal dokter ternyata bergeser ke pukul 17.00 WIB. Mereka pulang sebentar, lalu kembali sesuai informasi perawat. Namun, kedatangan dokter kembali molor, memaksa mereka menunggu berjam-jam.
Wisma menyampaikan harapannya agar sistem antrian online diperbaiki. “Tolong sediakan opsi pendaftaran manual untuk pasien yang kesulitan booking melalui aplikasi JKN,” ujarnya.
Hingga kini, pihak RS Prima dan BPJS Kesehatan belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan ini.
/Zakius


















































Discussion about this post