Gambar: Suasana keakraban dalam acara Kafe Dialog Kebangsaan yang memperlihatkan prosesi jabat tangan dan pemotongan tumpeng antara Mayjen TNI Prof. (H.C.) Dr. Rido Hermawan, M.Sc. dengan pengurus Asosiasi Pengusaha Kebangsaan Indonesia (APKI) serta perwakilan ojek online di Jakarta. Latar belakang menampilkan spanduk bertema Ojol Pembawa Harapan Baru Indonesia Bersatu.
JAKARTA (Utusan Rakyat) – Dalam upaya mempererat tali persatuan di kalangan pengusaha nasional, Mayjen TNI Prof. (H.C.) Dr. Rido Hermawan, M.Sc., secara resmi diundang oleh Asosiasi Pengusaha Kebangsaan Indonesia (APKI) dalam acara Pra-Launching dan Pra-Event Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar secara meriah. Kegiatan ini secara khusus mengundang barisan pengemudi ojek online (ojol) sebagai simbol harapan bersatu, sekaligus menekankan bahwa persatuan lintas profesi menjadi fondasi utama kemajuan bangsa di bawah naungan Empat Konsensus Dasar Bangsa.
“Mengapa ada Asosiasi Pengusaha Kebangsaan Indonesia? Kita semua tahu bahwa ada masalah nasional yang harus dicermati bersama, yaitu rasa persatuan dan kesatuan. Persatuan itu kuncinya adalah keadilan, dan ujungnya menyentuh masalah ekonomi nasional,” tegas Mayjen TNI Prof. (H.C.) Dr. Rido Hermawan, M.Sc., saat menyampaikan sambutannya. Beliau menjelaskan bahwa APKI lahir dari kesadaran mendalam akan tantangan bangsa, di mana persatuan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi erat antara Rido Hermawan dan Robertus Rani Lopiga, S.H., M.H. serta tim inti APKI dengan komunitas ojol. Mereka digandeng bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi nasional. “Teman-teman ojol sering kali terstigmatisasi seolah tidak pada tempatnya, padahal kita tahu betul bahwa mereka adalah yang pertama kali menjamin konektivitas antarsesama anak bangsa. Mereka menghubungkan orang, barang, dan peluang di setiap sudut negeri,” ungkap Rido Hermawan, menyoroti peran vital ojol di era digital saat ini.
Perwakilan pengurus APKI semakin memperkuat pesan tersebut dalam sambutannya. Mereka menegaskan bahwa pengemudi ojek online bukan sekadar pekerja sektor transportasi, melainkan pahlawan ekonomi yang menggerakkan roda perekonomian nasional. “Bagi kami, abang dan mpok ojol bukan hanya pengemudi, tetapi pahlawan ekonomi yang memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Tanpa kehadiran mereka, pergerakan ekonomi tidak akan secepat dan seefisien hari ini,” kata salah seorang pengurus APKI, sambil mengapresiasi dedikasi ojol yang tak kenal lelah meski di tengah cuaca ekstrem atau kemacetan kota.
Pembentukan APKI sendiri didasari tujuan mulia untuk mengembangkan para pengusaha menjadi aktor ekonomi yang berjiwa kebangsaan. “Kita ingin membangun bersama teman-teman pengusaha menjadi pengusaha yang berkebangsaan. Artinya, kita sadar lahir, besar, dan berkarya di Indonesia, tapi kita tidak pernah lupa pada Indonesia,” jelas Robertus Rani Lopiga, S.H., M.H., pendiri APKI. Penjelasan ini menegaskan komitmen APKI untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap lini bisnis, sehingga pengusaha tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga kesejahteraan bersama.
Acara dialog yang diisi oleh Mayjen TNI Prof. (H.C.) Dr. Rido Hermawan, M.Sc., semakin mendalam dengan penekanan pada penguatan jati diri bangsa melalui pengamalan Empat Konsensus Dasar Bangsa yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen teguh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Rido, bela negara tidak selalu bermakna mengangkat senjata, melainkan melalui kontribusi nyata sehari-hari seperti bekerja dengan jujur dan menjaga persatuan. “Kita semua, apa pun profesinya – ojol, pedagang, pengusaha, hingga aparat negara – memiliki peran sama besar dalam menjaga Indonesia. Kita adalah kekuatan bangsa yang tak terpisahkan,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, APKI berharap kesadaran kebangsaan di kalangan pengemudi ojol dan masyarakat luas semakin menguat. Lebih dari itu, acara ini menumbuhkan optimisme bahwa persatuan dan gotong royong akan menjadi kunci utama menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan, seperti ketimpangan ekonomi dan disintegrasi sosial. APKI siap menjadi wadah bagi semua pihak untuk berkontribusi aktif demi Indonesia yang lebih maju dan bersatu.
(Nyimas Choiriyah Halim)






















































Discussion about this post