Gambar: Sebuah kolase foto memperlihatkan kondisi fisik bangunan rumah berwarna hijau milik Amir Mahmud di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang yang miring dan ambles akibat pergeseran tanah serta banjir pada sisi kiri, sementara sisi kanan menampilkan potret Amir Mahmud mengenakan topi merah bersama istrinya, Mardiana, yang sedang memberikan keterangan dengan raut wajah sedih terkait musibah yang menimpa tempat tinggal mereka.
Palembang (Utusan Rakyat) – Miris, sebuah rumah milik warga RT 14 RW 05, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, milik pasangan Amir Mahmud dan Mardiana, roboh akibat banjir yang disertai longsor tanah. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026.
Rumah tersebut mengalami ambles setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut, ditambah air pasang yang menyebabkan tanah di bawah pondasi longsor ke bawah hingga bangunan rumah roboh dan pondasi patah.
Amir Mahmud, selaku kepala keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan tidak menentu, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat.
“Tolong Pak Wali Kota Ratu Dewa, rumah kami terkena musibah. Rumah kami roboh akibat banjir dan tanah longsor, pondasinya patah dan bangunan amblas ke bawah,” ujar Amir Mahmud dengan penuh harap.
Ia mengungkapkan, musibah tersebut merupakan ujian berat bagi keluarganya setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor secara bertahap.
Sementara itu, Mardiana, istri Amir Mahmud, mengatakan pihaknya telah meminta bantuan kepada Ketua RT 14 agar menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak terkait.
“Sejauh ini kami sudah meminta bantuan kepada Pak RT 14 agar kondisi rumah kami disampaikan ke pejabat terkait, supaya kami bisa mendapatkan bantuan,” ungkap Mardiana.
Ia menambahkan, kondisi rumah mulai ambles beberapa hari lalu, namun pada hari ini kerusakan semakin parah.
“Awalnya rumah kami ambles sedikit, tapi hari ini semakin parah. Tanah di bawah rumah amblas, disusul jembatan jalan dan teras samping rumah ikut amblas. Untuk sementara waktu, kami tinggal di rumah orang tua,” tutupnya.
/DN





















































Discussion about this post