Gambar: Suasana rapat pemantapan struktur dan kepengurusan Satgas PMPB Sumsel yang dipimpin oleh Panglima Satgas Zainudin alias Mang Zai di Sekretariat PMPB, Jalan Noerdin Panji, Palembang, Selasa (20/1/2026).
Palembang (Utusan Rakyat) – Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan resmi memulai babak baru transformasi organisasi dengan mematangkan struktur dan kepengurusan Satuan Tugas (Satgas) menjelang pelantikan pengurus PMPB Sumsel yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026.
Agenda pemantapan digelar di Sekretariat PMPB Sumsel, Jalan Noerdin Panji/Kebun Sayur No. 1330, Kecamatan Sako, Palembang, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting penegasan arah baru PMPB sebagai organisasi kemasyarakatan yang modern, profesional, dan berorientasi sosial.
Melalui Panglima Satgas PMPB Sumsel, Zainudin atau yang akrab disapa Mang Zai, Ketua Umum PMPB Sumsel M. Yusuf Malaya menegaskan komitmen tegas organisasi untuk menghapuskan seluruh praktik premanisme dalam tubuh PMPB.
“Ini perintah langsung Ketua Umum. PMPB tidak memberi ruang bagi premanisme. Satgas dibentuk bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi untuk menjaga marwah organisasi dan memberi manfaat sosial,” ujar Mang Zai.
Dalam tahap awal, PMPB Sumsel menyiapkan sekitar 300 personel Satgas yang akan mengisi sejumlah bidang strategis seperti Humas dan Dokumentasi, Logistik, serta Intelijen dan Informasi. Sementara itu, total keanggotaan PMPB di Sumatera Selatan diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang.
Berbeda dengan pola lama organisasi kemasyarakatan, pembentukan Satgas PMPB Sumsel tidak berorientasi pada kuantitas, melainkan kualitas sumber daya manusia.
“Satgas harus solid, disiplin, beretika, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Kita ingin Satgas yang bermartabat,” tegas Mang Zai.
Sekretaris Jenderal PMPB Sumsel, Sopan Sopian, menilai langkah ini sebagai bukti keseriusan PMPB dalam membangun organisasi yang kredibel dan dipercaya publik. Ia mengapresiasi kesiapan Satgas sebagai garda terdepan pengamanan menjelang pelantikan pengurus.
“Satgas PMPB Sumsel menunjukkan kesiapan dan komitmen tinggi. Ini bukan sekadar pengamanan acara, tetapi simbol perubahan organisasi,” kata Sopan.
Menurutnya, Satgas di bawah komando Mang Zai diharapkan mampu menjadi model satuan tugas ormas yang profesional, humanis, dan bertanggung jawab.
Sejalan dengan arahan Ketua Umum PMPB, Satgas tidak lagi dibekali pendekatan represif. Pola pembinaan difokuskan pada pendidikan kemasyarakatan, nilai sosial, serta penguatan etika organisasi guna membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan internal, PMPB Sumsel juga menerapkan sistem koordinasi dan pengawasan berjenjang. Hingga saat ini, Satgas dari 18 kecamatan di Kota Palembang telah mengikuti program pembinaan dan pelatihan.
“Koordinasi, kekompakan, dan persatuan menjadi kunci. Satgas harus siap siaga, namun tetap mengedepankan pendekatan sosial dan dialog,” pungkas Mang Zai.
Dengan langkah transformasi ini, PMPB Sumsel optimistis pelantikan Satgas dan pengurus pada Februari 2026 akan menjadi tonggak lahirnya organisasi kemasyarakatan yang solid, modern, serta selaras dengan visi Ketua Umum M. Yusuf Malaya menuju PMPB yang bermartabat dan dipercaya masyarakat luas.
/Kontributor : Hotman Ferrizal Saragi/amir





















































Discussion about this post