Gambar: Kolase foto memperlihatkan aktivitas Bupati Bogor Rudi Susmanto, S.Si. dan jajaran pejabat daerah dalam rangkaian kunjungan kerja dan takziah di Kecamatan Sukajaya. Terlihat suasana keakraban antara pimpinan daerah dengan warga dan tokoh masyarakat setempat, baik saat berdiskusi dalam posisi duduk formal maupun lesehan, serta kondisi lapangan yang basah menandakan cuaca mendung dan gerimis saat kegiatan berlangsung.
Bogor (Utusan Rakyat) – Pagi hari Senin, 2 Februari 2026, langit Kabupaten Bogor mendung disertai gerimis kecil. Kabar duka menimpa Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi S.E., ketika putranya, Al Ridwan, dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar pukul 05.00 WIB. Meski demikian, Bupati Bogor Rudi Susmanto S.Si. tetap memprioritaskan agenda kerjanya sebagai abdi negara.
Agenda hari itu mencakup koordinasi Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) bersama Sekretaris Daerah dan para kepala dinas. Wakil Bupati langsung bergegas ke kampung halamannya untuk memastikan kondisi putranya yang akhirnya wafat. Sementara itu, Bupati Bogor tidak bergeming dari ruang kerjanya. Ia menyelesaikan seluruh tugas hingga pukul 22.30 WIB baru kemudian bertakziah ke rumah duka.
Keputusan ini menuai apresiasi dari masyarakat Bogor. Mereka mengacungi jempol atas komitmen Bupati yang mengutamakan pelayanan publik di atas kepentingan pribadi atau pertemanan. “Inilah disiplin kader H. Prabowo Subianto, Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, yang selalu menempatkan kepentingan umum di atas segalanya,” ujar salah seorang warga.
Kehadiran Bupati semakin terasa istimewa saat ia mengunjungi rumah duka dalam rangka program kerja daerah bidang sosial. Bersama Dandim setempat dan Kepala Dinas Sosial, Bupati bertakziah kepada sahabatnya, Ade Ruhandi. Kunjungan malam itu tetap disambut antusias oleh warga Kecamatan Sukajaya. Tokoh masyarakat Asnam menyatakan, “Inilah Bupati Bogor Rudi Susmanto S.Si., the best is the best. Sesuai motonya, ‘Bogor Istimewa dan Gemilang’. Kehadirannya di mana pun selalu istimewa, dengan prioritas pelayanan publik dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, baru dilanjutkan agenda sosial.”
Dedikasi ini menjadi teladan bagi pejabat publik dalam menjaga tanggung jawab terhadap rakyat.
/Parman





















































Discussion about this post