Gambar: Kolase aktivitas di Desa Cileungsi saat acara nonton bareng Persib Bandung. (Kiri) Warga menunjukkan antusiasme dengan atribut lengkap; (Kanan Atas) Suasana keakraban para pemuda dan warga yang berkumpul menikmati sajian di gerai BUMDes Kuliner Desa Mandiri (KDM); (Kanan Bawah) Kepala Desa Cileungsi, Burhan, S.E. (kanan), saat berdiskusi dan menerima masukan dari perwakilan komunitas di ruang kerjanya terkait pengembangan potensi pemuda.
Cileungsi, Kabupaten Bogor (Utusan Rakyat) – Suasana Jumat malam di perbatasan Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi (calon Daerah Otonomi Baru Bogor Timur), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memanas. Langit yang biasanya cerah sedikit mendung dengan gerimis tipis di kejauhan sekitar 1 km arah timur. Namun, gemuruh sorak sorai pemuda dari berbagai distrik justru menggema dari empat penjuru: timur, barat, selatan (perbatasan Desa Dayeuh dan Limusnunggal), bahkan hingga 1 km ke arah Jonggol.
Ratusan kendaraan memadati jalanan hingga 2 km, tapi pengendara justru tak bergeming. Mereka antusias menyambut konvoi pemuda Komunitas Persib Distrik Cileungsi yang sedang menggelar nonton bareng (nobar) kemenangan Persib Bandung atas Malut United (FC Maluku Utara) dengan skor 2-0 di Kompetisi Liga Nasional Sepak Bola Indonesia. Acara berlangsung meriah di halaman Balai Desa Cileungsi Kota mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Langsung setelah pertandingan, Kepala Desa Cileungsi Kota, Burhan S.E., hadir memberikan arahan dan pembinaan. “Jadilah pemuda kreatif, inovatif, dan inspirasi kebaikan,” pesannya disambut yel-yel komunitas: “Persib cinta perdamaian, Persib cinta kemandirian.” Konvoi pulang dari Jonggol menuju lokasi acara berjalan tertib; pemuda menyapa pengendara dengan salam “permisi” dan “salam Indonesia”, meski antrean kendaraan mencapai 2 km akibat kerumunan.
Salah satu peserta, Bagas dari Distrik Jonggol, mengaku tak gentar pulang malam. “Arahan Pak Kades bikin kami semangat. Kami bukti bisa ciptakan silaturahmi damai dan semangat persatuan antar-komunitas bola,” katanya sambil tersenyum. Mereka juga merangkul Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Cileungsi Kota melalui Kuliner Desa Mandiri (KDM), menghidupkan ekonomi lokal. “Bukan KDM Kang Dedi Mulyadi, tapi tak apa kalau disebut begitu. Secara hierarki, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi adalah penasihat Persib Bandung,” tambah Bagas dengan plesetan cerdasnya.
Dalam wawancara eksklusif dengan media Utusan Rakyat di ruang kerjanya, Burhan S.E. menjelaskan kiat suksesnya merangkul sekitar 1.000 pemuda dari 12 desa di Kecamatan Cileungsi, termasuk suporter Viking Persib. “Pemuda usia 14-25 tahun ingin diakui keberadaannya. Kami fasilitasi atas usulan karang taruna dan pengurus Bumdes KDM. Hasilnya, konvoi dari empat penjuru lintas desa dan kecamatan berjalan aman, tanpa laporan anarkis dari masyarakat,” ungkapnya ramah.
“Komunitas bola sering dicap onar atau tawuran, tapi jika dirangkul, mereka jadi agen perubahan. Yang kurang baik bisa jadi yang terbaik dan berprestasi,” tegas Burhan S.E. Pemimpin visioner ini mendapat apresiasi dari Camat Cileungsi, Adi Hendriana S.I.K., yang menyebutnya “Kades visioner mampu menjawab tantangan masyarakat” dan “kades brilian yang bikin camat bahagia sebagai koordinator eksekutif.”
Acara ini bukti nyata pembinaan pemuda desa yang membawa dampak positif: tertib, kreatif, dan mandiri.
/Mahpudin





















































Discussion about this post