Gambar: Kolase foto memperlihatkan suasana pelayanan di RSIA Zainab Pekanbaru. Sisi kiri menampilkan seorang dokter sedang memeriksa kondisi telinga pasien anak yang didampingi orang tuanya di ruang tindakan. Sisi kanan atas memperlihatkan suasana ruang tunggu dan loket pendaftaran pasien yang cukup ramai. Sisi kanan bawah menampilkan eksterior gedung RSIA Zainab yang berlokasi di Jalan Ronggowarsito dengan arsitektur khas berwarna merah muda dan ornamen keramik bermotif.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Pada Sabtu, 29 November 2025, sebuah kejadian mengkhawatirkan berlangsung di Rumah Sakit Zainab Ronggowarsito. Pasangan suami istri bersama nenek dari seorang bayi datang pada pukul 12 siang dengan tujuan menindik telinga buah hati mereka. Namun, setelah pemasangan alat tindik, alat tersebut justru lengket dan tidak bisa dilepaskan.
Tim dokter berusaha menangani dan melepas alat yang menempel tersebut, tetapi upaya mereka gagal. Pasien pun harus menunggu jawaban lebih dari tiga jam sambil mempertimbangkan langkah medis selanjutnya.
Setelah melakukan diskusi intensif, dokter menyarankan tindakan operasi untuk melepaskan alat tindik yang menempel, demi keselamatan dan kenyamanan pasien. Namun, pasangan suami istri menolak rencana tindakan operasi tersebut karena alasan yang belum dijelaskan secara rinci.
Sang ayah bahkan mengambil waktu untuk membaca dan mencari informasi terkait prosedur operasi demi memahami risiko dan manfaat sebelum mengambil keputusan. Hingga berita ini dibuat, proses pengambilan keputusan masih berlangsung.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang standar keamanan dan prosedur tindik telinga untuk bayi, serta kesiapan rumah sakit dalam menangani komplikasi yang muncul. Pihak rumah sakit dan keluarga belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan perawatan bayi.
(Ronal)






















































Discussion about this post