Gambar: Ketua Umum FSI Sumatera Selatan, Dr. Amiruddin Sandy, S.STP., M.Si., mengepalkan tangan kanan ke udara dengan penuh semangat saat memberikan sambutan di atas podium berlogo Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ia mengenakan kemeja putih dengan aksen garis merah dan kacamata, berlatar belakang bendera Merah Putih serta foto Presiden Republik Indonesia.
Palembang (Utusan Rakyat) – Federasi Savate Indonesia (FSI) Sumatera Selatan mulai menggeber persiapan jangka panjang menuju panggung nasional. Melalui Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang digelar secara daring via Zoom Meeting, Minggu (4/11/2026), FSI Sumsel menegaskan komitmennya untuk menjadikan Savate sebagai cabang olahraga prestasi yang diperhitungkan di Indonesia.
Raker yang diikuti oleh Dr. (C) H. Aan Rizalni Kurniawan, SH., MH selaku ketua umum pengcab palembang, Andre Macan selaku Kabid Hukum & Etik Pengprov Sumsel yg jg menjabat sbg Sekretaris Jendral Pengcab Palembang, serta, seluruh Pengurus Cabang FSI kabupaten dan kota se–Sumatera Selatan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan Savate di daerah tak lagi bersifat seremonial, melainkan diarahkan secara sistematis, terukur, dan berbasis target prestasi.
Ketua Umum FSI Sumatera Selatan, Dr. Amiruddin Sandy, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa transformasi organisasi menjadi fokus utama dalam menyongsong tantangan olahraga modern.
“Savate Sumatera Selatan harus naik kelas. Kita ingin pembinaan atlet berjalan berjenjang, organisasi kuat, dan prestasi mampu bersaing di level nasional,” tegas Amiruddin dalam sambutannya.
Rapat kerja ini turut dihadiri para tokoh penting Savate Sumsel, antara lain Pembina FSI Sumsel Dr. dr. H. Harun Hudari, Sp.Pd, KPTI, FINASIM., H. M. Thahir Ritonga, AP., M.Si., Wakil Ketua FSI Sumsel Ardiansyah, SKM., MM, jajaran pengurus provinsi, hingga Ketua Pengcab dari seluruh daerah di Sumatera Selatan.
Menariknya, Raker FSI Sumsel 2026 juga mendapat perhatian dari KONI Sumatera Selatan. Hadir langsung Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumsel, Syafril Chaniago, yang menilai Savate memiliki peluang besar berkembang apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan selaras dengan agenda olahraga daerah.
“FSI Sumsel sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana program ini dikawal agar benar-benar menghasilkan atlet berprestasi untuk kejuaraan nasional,” ujar Syafril.
Dalam arahannya, Pembina FSI Sumsel Dr. Harun Hudari menekankan bahwa keberhasilan prestasi tidak hanya ditentukan atlet, tetapi juga kualitas pelatih, wasit, dan tata kelola organisasi.
Sementara itu, H. M. Thahir Ritonga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor serta penguatan manajemen organisasi agar FSI mampu beradaptasi dengan dinamika olahraga kompetitif saat ini. Secara substansi, Raker 2026 membahas evaluasi menyeluruh program sebelumnya, strategi pembinaan prestasi jangka menengah, agenda kejuaraan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan FSI hingga tingkat kabupaten dan kota.
Dengan semangat konsolidasi dan dukungan KONI, FSI Sumatera Selatan optimistis dapat menjadi salah satu lumbung atlet Savate nasional, sekaligus berkontribusi mendorong eksistensi Savate di peta olahraga Indonesia.
(amir)





















































Discussion about this post