Gambar: Arief Martha Rahadyan.
Jakarta (Utusan Rakyat) – Tokoh nasional dan pengamat kebijakan publik Arief Martha Rahadyan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dengan resmi melantik Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Arief menyebut keputusan tersebut sebagai langkah visioner dan strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berwibawa.
Langkah Presiden Prabowo melantik Komisi Reformasi Polri adalah keputusan visioner yang menunjukkan komitmen beliau terhadap pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” ujar Arief Martha Rahadyan, Jumat,07/11/25.
Arief menilai kehadiran tiga mantan Kapolri.Jenderal Tito Karnavian, Jenderal (Pol) Idham Azis, dan Jenderal (Pol) Badrodin Haiti bersama pakar hukum Prof. Jimly Asshiddiqie dan Dr. Yusril Ihza Mahendra, menunjukkan keseimbangan antara pengalaman praktis dan visi hukum progresif.
Ini momentum emas untuk membangun Polri yang benar-benar menjadi pelindung rakyat, bukan sekadar aparat penegak hukum,” tambah Arief.
Sinergi lintas generasi di dalam komisi ini akan mempercepat realisasi reformasi kepolisian yang konkret dan berkelanjutan. Ia berharap hasil kerja komisi dapat menjadi fondasi bagi sistem kepolisian yang modern, humanis, dan terpercaya, baik di mata publik nasional maupun internasional.
Kita perlu mendukung penuh inisiatif Presiden Prabowo ini. Reformasi Polri bukan sekadar program, tetapi investasi moral dan institusional untuk masa depan bangsa,” pungkas Arief Martha Rahadyan.
(Ali)






















































Discussion about this post