Gambar: Sejumlah alumni SMA Bina Mulia Palembang dari berbagai angkatan berfoto bersama dengan penuh keakraban di Pondok Jowam, Palembang, Minggu (18/1/2026). Pertemuan ini menjadi momentum kebangkitan silaturahmi AKBBM yang sempat vakum dari kegiatan tatap muka.
PALEMBANG (Utusan Rakyat) – Menyongsong awal tahun 2026 dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Alumni Keluarga Besar Bina Mulia (AKBBM) Palembang lintas angkatan menggelar pertemuan besar, dadakan Pada Minggu, (18/ Januari 2026) di
Pondok J’owam Jl. Letnan Murod, Talang Ratu, Lorong Jambu, Ilir Timur I, Palembang, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai momentum kebangkitan organisasi yang sempat vakum dari pertemuan tatap muka.
AKBBM, yang merupakan wadah bagi para alumni SMA Bina Mulia Palembang, sebenarnya telah terbentuk sejak tahun 2017. Meski sempat aktif menggelar pertemuan, organisasi ini diakui sempat mengalami fase “mati suri”. Selama beberapa waktu terakhir, jalinan silaturahmi antaranggota hanya terbatas melalui media sosial seperti WhatsApp.
Syaiful Jabrig, Angkatan 88 selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa kerinduan untuk bertemu secara langsung menjadi latar belakang kuat diadakannya acara ini.
“Mudah-mudahan ini menjadi awal kebangkitan untuk menjalin kembali silaturahmi yang sempat terputus. Kami ingin hubungan ini tidak hanya berhenti di dunia maya, tapi berlanjut pada pertemuan tatap muka yang konsisten ke depannya,” tegas Syaiful.
Acara ini diharapkan menjadi titik awal untuk mempererat kembali tali persaudaraan antar alumni dari berbagai angkatan.
Sementara,itu hal yang sama dikatakan Eks Legislator Muara Enim, Hendly Hadi, Alumni Angaktan 87 memberikan kritik membangun bagi rekan-rekan sejawatnya di lintas Alumni Bina Mulia (Akbbm). Ia menyoroti fenomena grup media sosial yang seringkali sepi dari kegiatan nyata.
Menurut Hendly, fungsi utama grup alumni adalah sebagai sarana mempererat tali persaudaraan. Namun, ia menyayangkan jika komunikasi hanya berhenti di layar ponsel tanpa ada aksi nyata untuk bertemu.
“Kedepan, saya berharap Grup Akbbm dapat lebih mengutamakan silaturahmi berkelanjutan. Kebersamaan itu harus dirasakan langsung, bukan sekadar ketikan di layar,” jelas Hendly.
Ia mempertanyakan urgensi sebuah grup jika tidak mampu menggerakkan anggotanya untuk saling menjalin silaturahmi secara tatap muka. “Kalau tidak ada kumpul-kumpul untuk menjalin kebersamaan, manfaat grup itu jadi hilang,” tambahnya, pernyataan tersebut di benarkan oleh Ahmad Sabturi Alumni Angkatan ’84.”
Pertemuan ini diharapkan menjadi agenda rutin guna memastikan silaturahmi lintas angkatan tetap terjaga dan memberikan dampak positif bagi seluruh anggota keluarga besar AKBBM.
/(amir





















































Discussion about this post