Gambar: Ketua Harian FPK-LKKMD, Chandra Abdul Gani pada sebuah acara bersama Aparat berbagai satuan keamanan.
DUMAI (Utusan Rakyat) – Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan – Lembaga Kerukunan Keluarga Masyarakat Dumai (FPK-LKKMD) mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak tegas isu gerakan “Riau Merdeka” yang akhir-akhir ini mencuat lewat sebuah podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV. Pernyataan yang dibacakan oleh Ketua Harian FPK-LKKMD, Chandra Abdul Gani, menegaskan komitmen organisasi berskala multietnis ini untuk tetap setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Isu tersebut bermula saat mantan anggota BIN, Kolonel Infanteri (Purn.) Sri Radjasa Chandra, menyebutkan adanya “rapat tertutup pendukung Jokowi” yang diduga membahas langkah separatisme dan pembentukan “Riau Merdeka” dalam siaran pada Kamis, 7 Agustus 2025. Menanggapi klaim ini, FPK-LKKMD – yang dihuni 17 kesukuan dan 3 paguyuban di wilayah Dumai – menyampaikan lima poin pernyataan sikap:
1.Kesetiaan pada NKRI:
FPK-LKKMD menegaskan bahwa isu “Riau Merdeka” bukan aspirasi masyarakat Riau. Organisasi ini tetap setia kepada NKRI dan cinta Tanah Air Indonesia.
2.Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan:
Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, FPK-LKKMD berkomitmen menciptakan kerukunan antarwarga di Riau, tanpa memandang suku, agama, atau golongan.
3.Menjaga Hubungan Daerah-Pusat:
Isu separatisme dinilai berpotensi merusak keharmonisan antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat, sehingga ditolak mentah-mentah.
4.Dukung Program Gubernur Riau:
FPK-LKKMD menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
5.Percepatan Ekonomi Kerakyatan
Organisasi ini juga mendukung segala inisiatif percepatan ekonomi kerakyatan, baik skala nasional maupun khususnya bagi Provinsi Riau.
“Demikian pernyataan sikap dari Pengurus FPK-LKKMD. DumaiKu… DumaiMu… Dumai Kita Semua…,” tutup Chandra Abdul Gani dalam dokumen resmi yang dikeluarkan di Dumai pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Pernyataan ini diharapkan meredam kegaduhan informasi dan memastikan seluruh elemen masyarakat Riau tetap bersatu dalam bingkai NKRI, sambil terus mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan dan stabilitas sosial-ekonomi. (ZA)






















































Discussion about this post