Gambar: Ilustrasi Statistik.
Jakarta (Utusan Rakyat) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia pada perdagangan hari ini, Senin (6/10/2025), dengan mencapai Rp2.250.000 per gram atau naik Rp11.000 dari perdagangan sebelumnya. Lonjakan ini menjadikan emas Antam berada di puncak tertinggi yang pernah tercatat dalam perdagangan logam mulia nasional, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung selama dua hari terakhir dengan total kenaikan mencapai Rp15.000.
Kenaikan harga emas domestik ini sejalan dengan melambungnya harga emas dunia yang mencapai rekor baru di atas US$3.900 per troy ounce pada hari yang sama. “Harga emas dunia pada Senin pukul 06.24 WIB berada di level US$3.910,39 per troy ounce, naik 0,61 persen. Bahkan sempat menyentuh US$3.919,19 per troy ounce sekitar pukul 06.05 WIB, merupakan rekor tertinggi sepanjang masa sekaligus mengantar emas ke level baru yang belum pernah tercatat dalam sejarah dunia,” seperti dikutip dari CNBC Indonesia. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga ikut naik menjadi Rp2.098.000 per gram, menguat Rp11.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Lonjakan harga emas ini dipicu oleh berbagai faktor fundamental yang saling menguatkan. Ketidakpastian politik di Amerika Serikat akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) yang belum terselesaikan telah menunda rilis data ekonomi penting, memperkuat minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. “Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) pada Oktober, yang secara historis menjadi katalis positif bagi harga emas,” kata analis Treasury dalam Daily Market Update. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia berpotensi mencapai level US$3.900 pada bulan Oktober 2025, didukung oleh analisis faktor teknikal dan fundamental.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merekomendasikan emas sebagai pondasi investasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, sebelum beralih ke instrumen berisiko tinggi seperti saham atau reksadana. “Nabung dulu, misalnya lewat emas. Nanti kalau udah banyak, baru pindah ke instrumen yang sedikit agak berisiko,” ujar Purbaya dalam wawancara di kantor Bloomberg pada 30 September 2025. Rekomendasi ini dilatarbelakangi stabilitas emas yang terbukti mampu bertahan di tengah gejolak pasar dan inflasi yang masih tinggi, dengan Indeks Harga Konsumen AS naik 2,9 persen hingga Agustus 2025.
Goldman Sachs Research memprediksi harga emas akan terus menguat hingga 6 persen pada pertengahan tahun 2026, dengan target US$4.000 per troy ounce, didorong oleh permintaan struktural yang kuat dari bank sentral dan pelonggaran kebijakan Federal Reserve. Analis dari UBS dan Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi harga emas 2025 menjadi masing-masing US$4.200 dan US$4.300, dengan alasan ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meningkatnya permintaan aset lindung nilai. Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak hampir 50 persen, menjadikannya salah satu instrumen investasi dengan performa terbaik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
(@PT)




















































Discussion about this post