Gambar: Kolase foto yang menunjukkan proses evakuasi dan identifikasi korban pembunuhan di Desa Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo. Tampak aparat kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan jenazah pada malam hari.
Tulang Bawang (Utusan Rakyat) – Suasana tenang di Desa Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo, mendadak berubah mencekam pada Jumat sore (7/11/2025) pukul 18.30 WIB. Arif Rodian (27), seorang pria yang dikenal warga sekitar, ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir jalan dengan luka tusuk yang sangat parah, dari punggung kiri sampai menembus jantungnya.
Warga yang menemukan segera melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian setempat. Polisi Polsek Banjar Agung langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Penawar Medika, namun nyawa Arif tak tertolong karena kehabisan darah akibat luka tusukan tajam.
Setelah melakukan penyelidikan secara cepat dan intens, sekitar tiga jam pasca kejadian, polisi berhasil menangkap tersangka di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi. Pelaku bernama Sahat Naibaho (34), tetangga korban yang juga dapat dikatakan teman dekat.
Menurut keterangan Kapolsek Banjar Agung, AKP Irwansyah, pelaku mengaku membunuh korban secara spontan dipicu oleh sakit hati yang mendalam. “Tersangka mengatakan tindak kekerasan ini bermula dari amarah setelah korban mencolek pantat istri tersangka di warung tempat mereka biasa minum tuak. Hal tersebut membuat pelaku kehilangan kendali dan nekat melakukan tindakan fatal,” ujar Kapolsek.
Sahat bahkan mengaku menyesal tapi tidak bisa mengabaikan rasa sakit hati dan rasa malu yang mendalam karena pengkhianatan tersebut terjadi di depan umum. “Saya sangat marah, itu yang membuat saya nekat menusuk korban,” jelas Sahat saat pemeriksaan.
Pihak kepolisian sudah mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur yang digunakan sebagai senjata. Pelaku saat ini ditahan dan dikenai pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 7 tahun.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk menyelesaikan masalah secara damai dan menghindari kekerasan yang dapat merenggut nyawa orang lain.
(Team Utusan Rakyat)






















































Discussion about this post