Gambar: Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto didampingi pejabat dari berbagai instansi meluncurkan program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” dalam Apel Kebangsaan di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2024). Kegiatan ini menandai kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Jakarta yang bersih dan tangguh dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Jakarta (Utusan Rakyat) – Badan Narkotika Nasional (BNN) meluncurkan program strategis “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” dalam Apel Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (30/10). Aktivitas ini menjadi titik balik penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan Jakarta yang aman, bersih, dan tangguh dari bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan sebuah kolaborasi masif yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media massa, dan seluruh warga Jakarta. Bersama-sama, mereka membentuk sebuah kekuatan kolektif untuk melindungi ibukota yang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi serta kehidupan sosial budaya bangsa.
Pertama, program ini mengutamakan penguatan ketahanan warga melalui pembentukan dan penguatan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) serta pemberdayaan komunitas lokal sebagai pelopor pencegahan. Kedua, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penegak hukum, lembaga pendidikan, dan dunia usaha untuk pelaksanaan edukasi, deteksi dini, dan intervensi berbasis masyarakat menjadi hal yang tak terpisahkan. Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan media digital diperluas untuk meningkatkan jangkauan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika), sekaligus meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang bahaya narkoba.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa narkoba adalah ancaman nyata yang membahayakan stabilitas nasional. Ia memandang bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi dapat menjadi instrumen subversif yang sistematis melemahkan ketahanan bangsa dan masa depan generasi penerus. Oleh karena itu, strategi P4GN harus dilakukan secara *komprehensif, holistik, integratif,* dan berkelanjutan.
“Dari panggung Apel Kebangsaan ini, mari kita tabuh lebih keras genderang perang melawan narkoba!” seru Kepala BNN RI di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.
Kepala BNN mengajak seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk bersama-sama mewujudkan tiga hal krusial: lingkungan yang menjadi zona bersih dari narkoba, keluarga sebagai benteng pertama dalam perjuangan melawan penyalahgunaan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan dan gotong royong sebagai senjata moral melindungi masa depan bangsa.
Program “Jaga Jakarta Tanpa Narkoba” diharapkan menjadi gerakan moral, sosial, dan kebangsaan. Lebih dari itu, program ini menjadi model kolaborasi nasional yang diharapkan dapat direplikasi di kota dan desa lain di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari memperkuat ketahanan nasional di tingkat daerah menuju visi Indonesia Bersinar, yakni Indonesia bersih dari narkoba.
(H4N4EL)
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN






















































Discussion about this post