Gambar: Kolase foto memperlihatkan kobaran api dahsyat yang melahap gedung apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada malam hari. Tampak api membumbung tinggi menghanguskan struktur bangunan bertingkat sementara asap tebal menyelimuti langit malam, disertai tulisan “HONGKONG BERDUKA” dan “HONGKONG” serta “BERDUKA” dalam font besar sebagai ungkapan bela sungkawa atas tragedi mematikan tersebut.
HONG KONG (Utusan Rakyat) – Jumlah korban tewas akibat kebakaran besar berstatus alarm tingkat 5 di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, terus bertambah. Hingga Jumat (28/11/2025) pagi waktu setempat, otoritas melaporkan korban meninggal dunia telah mencapai 94 orang.
Lebih dari 70 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran yang berjibaku di lokasi. Sementara itu, sedikitnya 279 orang masih dinyatakan hilang, membuat keluarga korban terus memadati pusat identifikasi yang disiapkan pemerintah dengan penuh kecemasan.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dalam pernyataan resminya pada Kamis (27/11) membenarkan adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam tragedi ini. Dua WNI dikonfirmasi meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
“Hingga saat ini, 2 (dua) orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan 2 (dua) orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor domestik,” bunyi pernyataan resmi KJRI Hong Kong.
Kebakaran yang bermula pada Rabu (26/11) sore tersebut merembet dengan sangat cepat ke enam blok hunian tinggi, dipicu oleh material perancah bambu renovasi yang mudah terbakar, sebelum akhirnya berhasil dikendalikan pada malam berikutnya. Tragedi ini tercatat sebagai salah satu kebakaran hunian paling mematikan dalam sejarah modern Hong Kong.
Pemerintah Hong Kong telah mengevakuasi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal ke penampungan sementara dan menyalurkan bantuan darurat bagi keluarga yang terdampak bencana ini. – Redaksi/Sumber Lain
(Tari)
Editor: Patrik Tatang





















































Discussion about this post