Gambar: Sejumlah massa aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Kota Dumai yang terdiri dari pria dan wanita, tampak berkumpul di area pejalan kaki di dekat taman. Beberapa di antara mereka sedang memegang spanduk putih yang masih kosong, sementara seorang pria duduk di lantai dengan pengeras suara di sisinya, menunjukkan persiapan untuk melakukan orasi dalam sebuah aksi unjuk rasa.
Dumai (Utusan Rakyat) – Aksi unjuk rasa di gelar oleh Aliansi Peduli Hukum Kota Dumai. Terhitung sudah 4 kali Gubernur Riau di tangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Puluhan massa aksi memprotes operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat Gubernur Riau, Abdul Wahid.
Aksi ini di gelar di dekat taman bukit gelanganggang kota Dumai. Massa menilai langkah KPK tersebut janggal, tidak prosedural, dan sarat kepentingan politik. Selama aksi berlangsung, para demonstran membawa spanduk dan poster berisi kritik serta tuntutan kepada KPK.
Kordinator Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Kota Dumai, Kurnia mengatakan aksi hari ini adalah aksi damai, meminta keadilan hukum kepada pemerintah pusat terkait ada kejanggalan-kejanggalan dari konfrensi Pers KPK atas di OTT nya Gubernur Riau Abdul Wahid di Pekanbaru.
“Kenyataannya OTT ini tidak melandaskan kejadian di tempat, sebab OTT yakni operasi tangkap tangan. Kejanggalan-kejanggalan ini kita beraksi untuk kepedulian kepada gubernur Riau, ujar kurnia.”
Jefrizar peserta dan memberikan orasi tuntutan menjelaskan, peserta aksi ini dari kalangan muda, ibuk-ibuk dan tokoh masyarakat. “Kita bagian dari masyarakat Riau peduli dan merasa meprihatinkan kita bersama, untuk itu kita berjuang murni untuk masyarakat Riau yang kita cintai ini, ujar jefrizar.
(Navolino)





















































Discussion about this post