Gambar: Suasana kunjungan tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) dan jajaran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Prestasi di aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Sigli. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses akreditasi program kelas belajar yang diselenggarakan bagi warga binaan untuk memastikan standar mutu pendidikan nasional.
Sigli (Utusan Rakyat) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Sigli menerima kunjungan dari Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF) didampingi tim dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Prestasi, Senin (03/11). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka akreditasi lembaga PKBM Bina Prestasi, khususnya pada program Kelas Belajar yang dilaksanakan bagi Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli.
Rombongan Tim Asesor BAN-PNF, yang dipimpin oleh Isfandiar dan Achmad Ghozin, didampingi Ketua PKBM Bina Prestasi, Rahmad Rizki beserta jajaran disambut langsung oleh Plh. Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Sigli, Shinta Aneta, beserta jajaran pejabat sturktural terkait.
Shinta Aneta menyampaikan bahwa proses akreditasi ini sangat penting untuk menjamin bahwa program pendidikan yang diterima Warga Binaan memiliki standar kualitas nasional dan ijazah yang dikeluarkan diakui secara resmi.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, termasuk Warga Binaan. Melalui kerja sama kami dengan PKBM Bina Prestasi, kami berupaya keras memberikan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C untuk meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan,” ujar Shinta.
Ketua PKBM Bina Prestasi, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Lapas Perempuan IIB Sigli merupakan bentuk nyata komitmen PKBM Bina Prestasi dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan. Melalui program pendidikan kesetaraan ini, diharapkan para peserta didik dapat memperoleh ijazah setara pendidikan formal dan memiliki keterampilan hidup (life skills) yang bermanfaat setelah bebas nanti.
Selama kunjungan, tim asesor melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pelaksanaan program pembelajaran, dimulai dari proses kegiatan belajar mengajar, hasil pembelajaran peserta didik. Selain peninjauan, tim asesor BAN-PNF juga melakukan wawancara langsung dengan pihak lapas, tenaga pendidik serta peserta didik. Wawancara tersebut bertujuan menggali lebih dalam pelaksanaan program, tantangan yang dihadapi, serta dampak positif kegiatan belajar di lingkungan pemasyarakatan.
(Ali)






















































Discussion about this post