Gambar: Sejumlah massa yang mengenakan atribut kaus berwarna kuning khas partai terlihat berlarian dan membawa benda tumpul berupa kayu di jalan protokol depan gedung, dengan latar belakang kendaraan yang terparkir dan suasana tegang di sekitar lokasi kejadian.
Medan (Utusan Rakyat) – Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sumatra Utara (Sumut) diwarnai ketegangan di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Medan, Minggu (1/2) sore. Keributan pecah sekitar pukul 14.47 WIB di luar arena sidang, saat massa berseragam ormas sayap partai memaksa masuk ke lantai dua hotel. Aksi saling dorong berujung bentrokan fisik, dengan massa saling serang menggunakan kayu dan ledakan petasan.
Insiden dipicu saat sidang memasuki tahapan paripurna. Panitia menerapkan aturan ketat: hanya peserta undangan dan peninjau yang boleh memasuki area steril. Kelompok di luar, yang tidak puas dengan pembatasan itu, berupaya menerobos, memanaskan situasi di ruas jalan sekitar hotel.
Sekretaris Steering Committee (SC) Musda Golkar Sumut, Muhammad Asril, membenarkan kronologi tersebut. “Saat memasuki tahapan sidang dan paripurna, tamu di luar peserta dan peninjau diminta menyesuaikan diri. Kami sudah sampaikan bahwa hanya yang memiliki undangan khusus yang bisa masuk ke forum,” ungkap Asril kepada wartawan.
Situasi berhasil diredam oleh petugas kepolisian yang turun tangan menenangkan massa. Asril menegaskan komitmen panitia. “Kami sudah imbau seluruh kader agar menjaga kekompakan dan soliditas partai demi kelancaran Musda,” tambahnya.
Hingga kini, Musda masih berlangsung lancar di dalam hotel, dengan ratusan massa berjaga di luar gedung di bawah pengawasan ketat polisi. Belum ada laporan korban jiwa atau penangkapan. Panitia berharap insiden ini tidak mengganggu agenda utama, termasuk pemilihan pengurus periode mendatang. Pengamat politik menilai, kejadian semacam ini mencerminkan dinamika kekuasaan di tingkat daerah Partai Golkar.
/UR-H4N4EL





















































Discussion about this post