Gambar: Meliana (56) terbaring di rumah sakit usai menjadi korban dugaan penipuan oknum agen asuransi Sequis. Di sebelah kanan terlihat kantor cabang Sequis di Jalan Angkatan 45, Palembang, yang menjadi lokasi perusahaan asuransi tersebut beroperasi.
Palembang (Utusan Rakyat) – Publik tentunya masih ingat belum lama ini beredar berita viral di Palembang seorang perempuan paruh baya tidak bisa baca tulis diduga menjadi korban penipuan oleh inisial AS oknum agen asuransi Sequis Life cabang Palembang.
Belum selesai dengan permasalahan tersebut, AS oknum agen asuransi Sequis Life cabang Palembang tersebut kini berulah kembali.
Hal ini disampaikan langsung oleh korban bernama Meliana (56). Kepada wartawan dia menyampaikan, AS telah menghubunginya akan mengembalikan uang milik Meliana sebesar lebih kurang Rp 40 juta.
Namun kata Meliana, tawaran tersebut dibarengi dengan intimidasi, yaitu Meliana harus menghapus semua berita yang beredar termasuk di media sosial khususnya di TikTok atau akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.
“Kalau uang Ibu mau dikembalikan syaratnya harus hapus dulu berita dan video yang ada di TikTok, kalau tidak nanti ibu saya tuntut, akan saya laporkan ke polisi,” ujar Meliana menirukan ucapan AS, Minggu (14/09/2025).
Kabar terbaru, Meliana kini sedang terbaring dirawat inap di sebuah rumah sakit yang ada di Kota Palembang. Dia berharap pihak asuransi Sequis Life cabang Palembang dapat membantu mencairkan uang miliknya untuk biaya pengobatan.
Di tempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh keponakan Meliana yang namanya enggan dipublikasikan. Dia menjelaskan bahwa melalui pesan WhatsApp, AS mengatakan kalau Meliana bersalah dan harus menghapus semua berita termasuk video yang viral di media sosial yaitu TikTok.
Beberapa awak media tidak bisa berbuat apa-apa, karena sudah berulang kali melakukan konfirmasi dengan mendatangi kantor Sequis Life cabang Palembang yang berlokasi di Jalan Angkatan 45 hasilnya selalu nihil. Semua karyawan yang berada di kantor tersebut terkesan bungkam dan diduga kuat melindungi AS sebagai atasannya.
Begitu juga dengan AS, semua wartawan yang menghubungi pasti diblokir dan hingga saat ini AS sulit dijumpai.
(DN)






















































Discussion about this post