Gambar: Ilustrasi menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) enam bulan terakhir hingga 12 September 2025, dengan level penutupan pada 7.854,06, memperlihatkan tren penguatan pasar modal Indonesia sejak Juli 2025.
JAKARTA (Utusan Rakyat) – Pemerintah secara resmi menyalurkan stimulus ekonomi raksasa sebesar Rp200 triliun kepada lima bank milik negara pada Jumat, 12 September 2025, sebagai bagian dari strategi agresif mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 5,2 persen. Kebijakan bersejarah ini langsung mendorong lonjakan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan yang menguat 1,37 persen ke level 7.854 dan penguatan rupiah ke posisi Rp16.375 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa dana stimulus dialokasikan dengan skema berbeda sesuai kapasitas masing-masing bank. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sedangkan BTN memperoleh Rp25 triliun dan BSI mendapat Rp10 triliun. Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk deposit on call tanpa tenor waktu tertentu, memberikan fleksibilitas maksimal bagi bank untuk segera menyalurkan kredit ke sektor riil.
“Saya pastikan dana itu masuk ke sistem perbankan hari ini,” tegas Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi “8+4” yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global. Dana diambil dari Saldo Anggaran Lebih pemerintah yang saat ini mencapai Rp440 triliun di Bank Indonesia.
Timing penyaluran dana ini strategis mengingat ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 4,87 persen pada triwulan pertama 2025, melambat dari 5,11 persen periode sama tahun sebelumnya. Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan sebanyak empat kali sepanjang 2025, dari 6 persen menjadi 5 persen, menciptakan ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit dan meningkatkan penyaluran pembiayaan.
Kebijakan ini sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional yang memperkirakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5-5,2 persen pada 2025, didukung permintaan domestik yang kuat dan inflasi terkendali. Pemerintah kini memfokuskan upaya pada penguatan transmisi kebijakan moneter ke sektor riil, dengan harapan stimulus perbankan dapat mempercepat realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja menjelang akhir tahun.
(@PT)






















































Discussion about this post