Gambar: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di perpustakaan pribadi Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (23/11). Rapat tersebut membahas laporan dan tindak lanjut Satgas Penertiban Kawasan Hutan serta penanganan pertambangan ilegal.
Bogor (Utusan Rakyat) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan penting dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (23/11). Fokus utama pembahasan adalah penertiban kawasan hutan dan pertambangan ilegal yang selama ini menjadi persoalan serius bagi pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan dan membahas hasil kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan rencana tindak lanjut ke depan. Selain itu, isu kawasan pertambangan ilegal juga menjadi perhatian utama, dengan penekanan pada penanganan pelanggaran serta dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan.
Presiden menyoroti sulitnya menjangkau kawasan-kawasan ilegal yang selama ini menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum. Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menegakkan aturan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam di Indonesia dikuasai oleh negara demi kemakmuran rakyat secara luas.
Penertiban kawasan hutan dan pertambangan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lingkungan lebih luas dan memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta sesuai regulasi hukum yang berlaku.
Pertemuan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menindak aktivitas ilegal dan mempertahankan kedaulatan atas sumber daya alam Indonesia demi rakyat dan masa depan bangsa.
(H4N4EL)
Sumber: BPMI Setpres






















































Discussion about this post