Gambar: Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, mitra, dan para peserta berfoto bersama dalam acara donor darah di Mal Pekanbaru, Minggu (2/11/2025). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di Riau.
Pekanbaru (Utusan Rakyat) – Keluarga besar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau, termasuk Persaudaraan Wanita Tionghoa (Perwanti) PSMTI Riau, PSMTI Kota Pekanbaru, dan PSMTI Kabupaten Kampar, menggelar kegiatan donor darah yang disambut dengan antusias oleh masyarakat pada Minggu (02/11/2025) di Lantai 3 Mal Pekanbaru.
Baksos tersebut bersempena dengan HUT ke-27 PSMTI, Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, Hari Kesehatan Nasional ke-61, dan HUT ke-22 Mal Pekanbaru.
Aksi kemanusiaan itu didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan Riau dan berbagai mitra PSMTI Riau seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Riau, PW Muhammadiyah Riau, PWNU Riau, Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Riau, dan lainnya.
Plt Ketua PSMTI Riau, Lindawati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud semangat kemanusiaan tanpa batas.
“Melalui donor darah ini, kita tunjukkan bahwa aksi kemanusiaan tidak membedakan suku, agama, dan lainnya. Inilah semangat PSMTI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Lindawati.
Wanita yang bermarga Chen itu juga menyampaikan terima kasih kepada para relawan dan pendonor, serta para sponsor yang telah menyediakan berbagai souvenir seperti kulkas, televisi, bantal eksklusif, dan berbagai alat elektronik yang menarik bagi semua pendonor yang berpartisipasi.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Widodo yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas konsistensi PSMTI Riau dalam menggelar aksi kemanusiaan dan baksos lainnya.
“PSMTI Riau merupakan salah satu organisasi masyarakat yang konsisten melakukan kegiatan donor darah setiap triwulan. Kami berharap organisasi dan lembaga lain termasuk kampus-kampus, dapat melaksanakan kegiatan serupa secara rutin,” ujar Widodo.
Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Datuk Afrizal, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan lintas iman dan suku tersebut. “Setetes darah dapat menyelamatkan nyawa manusia. Kegiatan ini merupakan wujud silaturahmi lintas kemanusiaan. Ini adalah nilai luhur yang diajarkan agama kita,” tuturnya.
Sementara itu, ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Riau Ma’al Abror menyampaikan, kebutuhan darah di Riau mencapai 7.000 kantong darah per bulan tetapi masih belum terpenuhi sepenuhnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai lembaga seperti PSMTI sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.





















































Discussion about this post