Gambar: Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong menjadi sorotan setelah viralnya kasus dugaan penipuan dan pelecehan oleh oknum petugasnya. Sejumlah Tenaga Kerja Wanita (TKW) dilaporkan menjadi korban janji palsu, dengan modus operandi mengambil kontak dari formulir paspor dan berlanjut ke hubungan pribadi yang merugikan para pekerja migran.
Hong Kong (Utusan Rakyat) – Sebuah kasus viral yang melibatkan oknum petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya kasus penipuan dan pelecehan terhadap beberapa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia.
Cerita bermula saat salah satu TKW melakukan penggantian paspor di KJRI Hong Kong. Ia bertemu dengan seorang petugas yang mengaku masih lajang dan kemudian menjalin hubungan pribadi dengannya. Hubungan itu bahkan berlanjut hingga datang ke rumah korban, di mana terjadi interaksi yang tak pantas disertai dengan pengambilan video yang katanya hanya untuk kenangan pribadi.
Namun, situasi memuncak ketika sang TKW mendapati dirinya hamil sekitar enam minggu. Sayangnya, oknum petugas tersebut tidak mengakui kehamilan itu dan diketahui telah memiliki istri. Akibat penolakan dan tekanan, TKW tersebut terpaksa menggugurkan kandungannya.
Lebih mengejutkan, setelah kasus ini mencuat ke publik, ada suara lain yang mengungkap fakta bahwa korban bukan hanya satu. Banyak TKW lain yang juga terperangkap dalam cinta palsu dan janji manis oknum tersebut.
Oknum petugas ini diduga mengincar nomor kontak para TKW lewat formulir pengajuan paspor, kemudian memilih yang dianggap “cantik-cantik” untuk didekati secara khusus dan diberikan janji-janji bohong.Kasus ini menjadi sorotan besar masyarakat dan organisasi pengawas TKW di Hong Kong maupun Indonesia, menuntut KJRI untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan menindak tegas oknum yang telah merusak kepercayaan serta merugikan para pekerja migran tersebut.
Hashtag yang ramai dibicarakan di media sosial terkait kasus ini antara lain: #infoviraltkwhk #viral #tkwhongkong #bmihongkong #missyuni #missyunipeduli #missyunitkwhk #kjrihk.
Pihak KJRI Hong Kong dan organisasi pendukung TKW diharapkan segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan memberikan perlindungan serta keadilan bagi para korban.
(Tari)





















































Discussion about this post