Gambar: Drs. H. Mulyadi, MM
Jonggol, Bogor (Utusan Rakyat) – Tabligh Akbar dan Isra Mi’raj di Plaza Dakwah Islamic Center Bumi Sultan Jonggol, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung meriah pada Minggu (25/1/2026) pukul 20.00–23.00 WIB. Acara yang sangat syiar dan muhibbah ini dihadiri ribuan jamaah dan masyarakat Bogor Timur, menciptakan suasana semarak penuh rasa persaudaraan sesama umat Islam.
Acara dihadiri Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai penceramah utama, serta tokoh penting seperti staf Kantor Kepresidenan RI, para tokoh agama, Habieb Husein Al-Atas (Koordinator Robitah Alawiyah Bogor Timur), H. TB. Kurniawan/H. Irwan (Ketua Dewan Masjid Indonesia/DMI Kabupaten Bogor), Nafizul Alhafiz Rana (Ketua Umum Presidium Bogor Timur), Ajat Sudrajat SPdI.MH (Ketua Umum KKR), H. Beben Suhendar (Anggota DPRD Bogor), serta Kepala Desa Jonggol Yopi Mohammad Safrie S.E. Kehadiran mereka memadati lokasi acara.
Dalam ceramahnya yang menggelegar, Ustadz Abdul Somad menjelaskan latar belakang Isra Mi’raj sebagai hiburan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW di Tahun Kesedihan. Saat itu, Nabi kehilangan istri tercinta Siti Khadijah—yang setia mendampingi suka duka dengan hartanya miliaran dinar—dan paman pelindungnya, Abu Thalib, di tengah tantangan dakwah yang berat dari kaum Quraisy.
“Allahu SWT menghibur Nabi SAW agar lebih tangguh, tegar, dan ikhlas, meski beliau ma’sum. Isra Mi’raj adalah wisata religius modern ala Gen-Z: perjalanan 1.200 km dari Masjidil Haram Makkah ke Masjidil Al-Aqsa Palestina hanya dalam sepertiga malam (pulang-pergi 2 jam). Keajaiban ini melahirkan ilmuwan era kini yang menciptakan kereta cepat, militer tangguh, dan rudal hipersonik,” ungkap UAS dengan nada khasnya yang diselingi tawa, lalu bersholawat.
Isra Mi’raj juga menghasilkan perintah sholat sebagai kewajiban umat Muslim. “Sholat meningkatkan iman menuju ketaqwaan, menjadikan kita manusia bermanfaat yang mengabdi pada Allah SWT, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya,” tambahnya.
Acara diakhiri sambutan H. Mulyadi (Anggota DPR RI periode 2024-2029, Penanggung Jawab dan Dewan Penasehat Plaza Dakwah), yang mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder dan masyarakat. “Sebagai putra daerah dan kader Gerindra—di bawah Ketua Umum Presiden RI H. Prabowo Subianto—saya ingin ciptakan desain dakwah religius-nasionalis-internasional. Islamic Center ini sudah 10 tahun aktif, dengan santri dari 38 provinsi yang hafal Al-Qur’an 30 juz, kuasai teknologi (life skill), dan sekolah reguler gratis.”
Ia menambahkan rencana bangun puluhan gedung asrama bertingkat untuk santri usia 12–20 tahun. “Dari bisnis pusat perbisnisan ini, 30% keuntungan untuk manfaat dunia-akhirat. Presiden Prabowo pasti dukung kadernya berbuat baik untuk jutaan rakyat, sesuai visi Indonesia Emas.”
Wawancara pasca-acara dengan Nafizul Alhafiz Rana (Ketua Umum DPP Presidium Bogor Timur), H. TB. Kurniawan/H. Irwan S.Kom, dan Habieb Husein menunjukkan antusiasme tinggi. “Walau sibuk sebagai Anggota DPR RI, H. Mulyadi tetap buka ruang silaturahmi akbar, teladan Nabi SAW yang patut dicontoh. Plaza Dakwah ini untuk education, religius, dan berkah-berkah-berkah,” ujar Alhafiz Rana.
/Mahpudin





















































Discussion about this post