Gambar: Para pejabat utama Polda Sumsel menerima kunjungan Tim Terpadu Assessment dan Evaluasi Penanganan Unjuk Rasa yang dipimpin Brigjen Pol Fadhilah Zulkarnain dan Kombes Pol Sika Hardianto di ruang Vidcon Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel, dalam rangka evaluasi penanganan aksi demonstrasi dan klarifikasi insiden anarkis di Sumatera Selatan.
Palembang (Utusan Rakyat) – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menerima kunjungan Tim Terpadu Assessment dan Evaluasi Penanganan Unjuk Rasa di wilayah hukum Polda Sumsel yang dipimpin Brigjen Pol Fadhilah Zulkarnain, SIK dan Kombes Pol Sika Hardianto, SH, SIK, MH beserta tim pada Kamis (18/9/2025) siang. Rombongan diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH yang diwakili Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso SH SIK bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel dalam sebuah pertemuan di ruang Vidcon lantai 2 Gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman Palembang.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK, MH, dalam keterangan usai kegiatan menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan melakukan klarifikasi terkait penanganan aksi unjuk rasa serta aksi anarkis oleh perusuh yang terjadi di wilayah hukum Sumsel, juga menyoroti upaya penegakan hukum yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian.
Selain itu, tim assessment dan evaluasi juga meminta penjelasan mengenai peristiwa perusakan fasilitas umum, kantor pemerintahan, serta pos pelayanan Polri, beserta upaya mitigasi, edukasi, dan langkah Polda Sumsel dalam mengatasi serta melakukan penanganan terhadap para perusuh yang telah merugikan fasilitas umum pelayanan masyarakat tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, para pejabat utama Polda Sumsel memberikan penjelasan langsung kepada tim terkait langkah-langkah kepolisian dalam menangani peristiwa tersebut, baik dari aspek penegakan hukum maupun dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, ungkap Alumni Akpol 97.
Mantan Kapolresta Pekanbaru Polda Riau ini juga menambahkan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana komunikatif dan menjadi ruang dialog konstruktif antara Polda Sumsel dan Tim Terpadu Assessment serta Evaluasi Penanganan Unjuk Rasa. Dirinya berharap kegiatan ini memperkuat sinergi dalam penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan di Sumatera Selatan.
“Kami terbuka memberikan penjelasan kepada Tim Terpadu Assessment dan Evaluasi Penanganan Unjuk Rasa terkait berbagai peristiwa yang terjadi, agar masyarakat juga mendapat gambaran yang utuh mengenai langkah-langkah yang telah ditempuh kepolisian,” tandasnya.
(Amir)






















































Discussion about this post