Gambar: Tim penyelamat melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat dampak Topan Super Ragasa yang melanda Taiwan. Bencana ini menyebabkan pohon tumbang yang memblokir akses jalan serta banjir parah yang memerlukan pengerahan pompa air untuk menyurutkan genangan.
TAIPEI (Utusan Rakyat) – Topan Super Ragasa telah melanda Taiwan dan menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah. Menurut laporan terbaru, sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 124 orang masih hilang akibat topan ini.
Topan Ragasa menyebabkan danau di Hualien jebol, sehingga jembatan hanyut pada Selasa (23/9). Banjir juga sempat naik setinggi dua lantai rumah, membuat 263 orang terlantar. Lebih dari 7.600 orang telah dievakuasi akibat topan tersebut.
Topan Ragasa tidak hanya melanda Taiwan, tetapi juga Filipina, China, dan Hong Kong. Dampaknya termasuk banjir, longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi.
Kementerian Manajemen Darurat China menyatakan bahwa Ragasa diperkirakan akan mendarat di sepanjang pantai Guangdong mulai tengah hari hingga Rabu malam. Otoritas di seluruh daratan China telah menutup sekolah dan bisnis di 10 kota selatan sebagai langkah pencegahan.
Tim SAR dan petugas darurat terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian orang-orang yang hilang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat.
(Tari)





















































Discussion about this post