Gambar: Kolase foto-foto yang menunjukkan kebakaran masif di kompleks apartemen Wang Fuk Court, distrik Tai Po, Hong Kong. Gambar memperlihatkan tujuh menara apartemen setinggi 31 lantai yang terbakar dengan asap hitam pekat mengepul tinggi ke udara. Perancah bambu dan jaring hijau yang melapisi gedung-gedung terlihat jelas menjadi jalur api yang menyebar dengan cepat. Foto-foto diambil dari berbagai sudut termasuk foto udara dan dari permukaan tanah, memperlihatkan skala bencana yang luar biasa dengan api menjilat hampir di setiap bagian bangunan. Di bagian bawah terlihat petugas pemadam kebakaran dengan truk pemadam yang menyemprotkan air ke arah gedung-gedung yang terbakar. Teks overlay pada beberapa gambar menyebutkan lokasi kebakaran di Wang Fuk Court, Tai Po district, selepas kebakaran. Foto-foto ini mendokumentasikan salah satu kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam tiga dekade terakhir yang terjadi pada 26 November 2025.
Tai Po (Utusan Rakyat) – Kebakaran besar yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, pada Rabu malam (26/11/2025) telah menjadi salah satu musibah paling mengerikan di kota itu dalam hampir tiga dekade terakhir. Hingga Kamis pagi waktu setempat, jumlah korban jiwa mencapai 44 orang, dengan 279 orang lainnya masih hilang dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Kebakaran yang pertama kali dilaporkan sekitar pukul 14:51 waktu setempat itu menyebar dengan kecepatan luar biasa melalui perancah bambu yang melapisi tujuh dari delapan gedung di kompleks tersebut. Dengan cepat, api merambat ke unit-unit apartemen di dalamnya, menciptakan pemandangan yang mengerikan dengan api menyembul dari hampir setiap jendela. Operasi pemadaman berlangsung selama lebih dari 15 jam dengan mengerahkan ratusan mobil pemadam kebakaran, puluhan ambulans, dan sekitar 500 hingga 800 petugas pemadam untuk mengatasi situasi tersebut.
Kompleks Wang Fuk Court terdiri atas delapan menara setinggi 31 lantai yang menampung hampir 2.000 unit apartemen dengan populasi sekitar 4.600 penduduk. Mayoritas penghuninya adalah lansia berusia 65 tahun ke atas. Berdasarkan data yang tersedia, korban meninggal mencakup seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun bernama Ho Wai-ho dari Sha Tin Fire Station, yang gugur saat menjalankan tugasnya. Puluhan korban lainnya mengalami luka serius, dengan beberapa berada dalam kondisi kritis.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa penyebaran api yang sangat cepat dan tidak biasa menjadi fokus utama investigasi. Kompleks Wang Fuk Court telah menjalani renovasi menyeluruh sejak Juli 2024, sehingga seluruh bangunannya dilapisi perancah bambu dan jaring hijau. Bahan-bahan yang diduga mempercepat penyebaran api termasuk polistirena yang melapisi jendela elevator di setiap lantai, material yang sangat mudah terbakar. Material-material pelindung pada bagian luar bangunan juga diduga tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran yang berlaku di Hong Kong.
Atas dasar temuan investigasi awal, polisi Hong Kong telah menangkap tiga orang eksekutif dari Prestige Construction and Engineering Company Ltd. pada Kamis pagi. Ketiga tersangka, terdiri dari dua direktur dan seorang konsultan teknik, ditahan atas dugaan pembunuhan karena kelalaian berat yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Polisi menyatakan bahwa kelalaian mereka dalam menangani keselamatan di lokasi konstruksi menjadi salah satu faktor krusial yang memungkinkan kebakaran terjadi dan menyebar dengan sangat cepat.
Insiden ini terjadi ketika Badan Meteorologi Hong Kong telah mengeluarkan peringatan Bencana Api Merah sejak 24 November 2025 karena kondisi cuaca yang sangat kering. Peringatan tersebut masih berlaku pada saat terjadinya musibah, sehingga memperberat kondisi dan mempercepat penyebaran api di kompleks pemukiman yang padat penduduk. Pemerintah Hong Kong telah mengklasifikasikan insiden ini sebagai kebakaran tingkat lima, level paling serius dalam sistem peringatan darurat Hong Kong, dan mengatakan ini mungkin menjadi kebakaran terbesar sejak Perang Dunia Kedua.
Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee menyatakan pada Kamis pagi bahwa kebakaran sudah mulai terkendali, meskipun operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di beberapa lantai bawah dan lantai 13 hingga 23 di beberapa gedung. Lebih dari 900 penghuni di kompleks tersebut telah dievakuasi ke berbagai tempat penampungan sementara, termasuk pusat perbelanjaan Kwong Fuk.
Presiden China Xi Jinping telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban, termasuk petugas pemadam kebakaran yang gugur, dan mendesak upaya maksimal untuk memadamkan api serta meminimalkan korban dan kerugian. Peristiwa ini telah memicu pembahasan mengenai standar keselamatan kebakaran di fasilitas konstruksi dan renovasi di Hong Kong, serta kemungkinan pelaksanaan pemilihan umum yang dijadwalkan pada 7 Desember 2025 masih dipertanyakan.
Hingga penulisan berita ini, tim penyelamat masih terus bekerja keras menghadapi suhu yang ekstrem dan asap tebal untuk menemukan orang-orang yang masih hilang dan terperangkap di dalam bangunan-bangunan yang masih menyala.
Perkembangan Terkini: Kebakaran Sekunder dan Klarifikasi Regulasi
Dalam perkembangan terpisah, Hong Kong mengalami dua insiden kebakaran lainnya pada pagi 27 November 2025, meskipun dengan skala jauh lebih kecil. Sebuah kebakaran terjadi di Tsuen Lok Building di Tsuen Wan sekitar pukul 08:22 waktu setempat, dengan dua orang selamat dan dua penghuni mengalami luka ringan akibat menghirup asap. Hampir 20 menit kemudian, pada pukul 08:39, kebakaran juga meletus di Big C Thai Supermarket di Lock Road, Tsim Sha Tsui, tanpa adanya korban jiwa. Kedua insiden ini diperkirakan tidak memiliki koneksi dengan kebakaran Wang Fuk Court.
Berkaitan dengan laporan awal yang menyebutkan regulasi drone baru dikeluarkan pasca kebakaran Wang Fuk Court, redaksi telah melakukan verifikasi dan menemukan bahwa regulasi mengenai drone di Hong Kong yang menetapkan denda hingga HK$100.000 dan hukuman penjara hingga dua tahun bukan merupakan regulasi baru yang dikeluarkan sebagai respons terhadap kebakaran ini. Regulasi tersebut telah berlaku sejak 2022 melalui Small Unmanned Aircraft Order. Hingga laporan ini disusun, pemerintah Hong Kong belum mengumumkan peraturan keselamatan atau regulasi baru secara khusus sebagai respons langsung terhadap kebakaran Wang Fuk Court, meskipun diskusi tentang penguatan standar keselamatan konstruksi sedang berlangsung.
(Tari)
Editor: Patrik Tatang





















































Discussion about this post