Gambar: Pengurus DPD II IPK Kota Dumai berfoto bersama dengan perwakilan warga calon kader dari Kecamatan Sungai Sembilan di depan Sekretariat DPD II IPK Dumai di Jl. Sultan Syarif Kasim.
DUMAI (Utusan Rakyat) – Setelah beberapa waktu lalu legalitas struktur kepengurusan DPD II IPK Dumai disahkan melalui Surat Keputusan (SK) oleh pengurus DPD Provinsi, kini IPK Dumai masuk dalam tahapan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) kecamatan.
Sabtu (6/9/2025) pagi, beberapa warga Kecamatan Sungai Sembilan datang bersilaturahmi ke Sekretariat IPK Dumai Jl. Sultan Syarif Kasim. Kedatangan beberapa warga masyarakat di bangunan ruko itu disambut ramah Ketua Patrik Tatang yang diwakili Sekretaris DPD A.T Rooney, pengurus sekretariat DPD sekaligus Wakil Komandan Satgas Inti Maha Sakti Karya IPK Dumai, Jefry Andika dan M. Juanda anggota, OKK Anwar Sadat serta Dedi Wahyudi kader.
Selain bersilaturahmi, pertemuan sekaligus untuk mendengar pemaparan dari Sekretaris AT Rooney dan Jefry bagaimana mekanisme dan peraturan organisasi dalam hal tertib administrasi.
Kedatangan beberapa warga tersebut sekaligus untuk menyatakan kesiapan mereka bergabung ke OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) yang baru saja merayakan HUT ke-56 pada 28 Agustus 2025 lalu.
“Jadi, OKP kita di masa kepemimpinan Patrik Tatang menekankan pentingnya tertib administrasi. DPD II IPK Dumai telah memiliki platform digital, yaitu website resmi IPK Dumai. Di website itu, profil IPK Dumai terbuka dan bisa dilihat siapa saja. Salah satu keunggulannya, setiap KTA para kader punya barcode, yang jika dipindai akan terkoneksi otomatis ke database website, sehingga bisa diketahui keabsahan si pemilik KTA,” ujar AT Rooney diaminkan Jefry Andika dan M Juanda serta Anwar Sadat.
Seorang perwakilan warga masyarakat yang datang itu berterima kasih atas sambutan dari pengurus DPD II IPK Dumai.
“Kami berterima kasih atas sambutannya. Kedatangan kami ke sini sekaligus untuk menyatakan kesediaan untuk bergabung di OKP ini. Mohon arahan dan petunjuknya agar kami bisa bergabung dan membesarkan organisasi. Mohon arahan AD/ART-nya,” kata Herman didampingi Beni Hidayat, Suhadi, Jufrizal dan Azwar. Artinya, mereka bersedia untuk masuk organisasi dan dinyatakan sebagai kader.
Kelima calon kader ini pun menyatakan komitmennya untuk mengikuti AD/ART organisasi, bahkan mereka bersedia mencetak KTA kadernya secara mandiri.
“Terima kasih atas inisiatifnya,” ungkap AT Rooney menanggapi keinginan mereka.
Mendengar komitmen calon kader itu, Jefry Andika pun bersemangat memperagakan ilmu mulai dari cara memfoto kader, menghimpun identitas calon dan teknik memasukkan data calon dalam database website IPK Dumai.
Usai dialog yang penuh semangat kekeluargaan itu, sebelum para calon kader itu berpamitan, selanjutnya OKK Anwar Sadat menyerahkan 5 pasang baju satgas kepada AT Rooney untuk diserahkan ke sekretariat DPD II IPK kota Dumai. Lima pasang baju satgas itu merupakan swadaya pribadi Anwar Sadat.
“Saya atas nama DPD II IPK Dumai dan Ketua Patrik Tatang mengucapkan terima kasih kepada OKK Anwar Sadat yang telah membuktikan kepeduliannya terhadap organisasi. Ini merupakan kontribusi nyata sebagai seorang kader. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ucap AT Rooney.
Hari menunjukkan pukul 12.00 WIB saat pertemuan itu diakhiri dengan foto bersama di depan sekretariat.
Di lain tempat dan kesempatan, Ketua Patrik Tatang juga berterima kasih atas komitmen calon kader dari Sungai Sembilan tersebut yang telah menunjukkan sikap optimismenya dalam berorganisasi.
“Saya atas nama DPD II IPK Dumai ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan dari Sungai Sembilan yang telah menyatakan kesediaannya bergabung di organisasi ini. Apalagi dari laporan yang saya terima, mereka juga akan secara mandiri mendata sendiri orang-orang yang akan direkrut masuk sebagai kader, bahkan mereka juga nantinya akan mencetak sendiri KTA anggotanya. Silakan ajukan struktur kepengurusan PAC Sungai Sembilan secepatnya untuk nantinya akan saya sahkan dengan SK. Salut dan syabas bagi Sungai Sembilan..!!,” ucap Patrik Tatang kepada jurnalis.
(ES)





















































Discussion about this post