Gambar: Jamaluddin, S.Pd., M.M., Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Pidie, yang menjelaskan signifikansi historis pemilihan YPI Darussa’adah Teupin Raya sebagai lokasi pusat perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Pidie. Beliau juga memiliki ikatan emosional dengan lembaga tersebut karena pernah mengabdi sebagai guru di sana.
Sigli (Utusan Rakyat) – Peringatan Hari Santri Nasional Kabupaten Pidie tahun 2025 memiliki makna istimewa, karena pelaksanaannya dipusatkan di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussa’adah Teupin Raya. Pemilihan lokasi ini sempat menimbulkan rasa penasaran di tengah masyarakat, namun di baliknya tersimpan alasan mendalam dan sejarah yang membanggakan bagi dunia pendidikan dan pesantren di Kabupaten Pidie.
Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Pidie, Jamaluddin, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa YPI Darussa’adah Teupin Raya merupakan pusat dari seluruh cabang dan ranting lembaga Darussa’adah yang tersebar di berbagai daerah, baik di Aceh, luar Aceh, bahkan hingga luar negeri.
Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa YPI Darussa’adah Teupin Raya telah melahirkan dua sosok Bupati yang menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Jamaluddin.
Dua alumni tersebut adalah H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., yang pernah menjabat sebagai Bupati Pidie selama dua periode sekaligus Ketua Alumni YPI Darussa’adah Teupin Raya, serta H. Ayyub Abbas, yang juga telah memimpin Kabupaten Pidie Jaya selama dua periode.
Dua tokoh besar ini adalah putra terbaik yang lahir dari rahim lembaga pendidikan Islam tersebut. Mereka tidak hanya sukses dalam karier pemerintahan, tetapi juga tetap menunjukkan kecintaan dan penghormatan yang tinggi kepada lembaga tempat mereka dahulu menuntut ilmu,” tambah Jamaluddin.
Menurutnya, kecintaan kedua alumni tersebut terhadap almamater menjadi alasan kuat mengapa Hari Santri Nasional Kabupaten Pidie 2025 sangat layak dipusatkan di YPI Darussa’adah Teupin Raya. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, perayaan ini juga menjadi momentum untuk mengenang masa-masa perjuangan para santri yang telah berkontribusi bagi kemajuan umat, agama, dan bangsa.
Lebih lanjut, Jamaluddin menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya merupakan saat yang tepat untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai keagamaan, keikhlasan, serta semangat nasionalisme di kalangan santri.Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk menyantuni anak yatim serta para santri di seluruh pesantren dalam Kabupaten Pidie, bahkan di Provinsi Aceh secara umum,” ujarnya.
Menariknya, sosok Jamaluddin, S.Pd., M.M., sendiri memiliki ikatan emosional dan sejarah panjang dengan YPI Darussa’adah. Sebelum mengemban amanah sebagai pejabat di MPD Pidie, beliau sebagai guru didik di SMA Swasta Darussa’adah Teupin Raya bidang studi Matematika selama tiga tahun (1999–2002).
Pengabdian dan pengalaman beliau di dunia pendidikan tersebut menjadi salah satu wujud nyata dedikasi terhadap lembaga yang telah banyak melahirkan generasi cerdas dan berakhlak mulia.
Sebagai pendidik dan tokoh pendidikan yang kini aktif di MPD Pidie, Jamaluddin terus menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kemajuan dunia pendidikan Islam di Kabupaten Pidie. Sikap rendah hati dan ketulusannya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan membuatnya dikenal luas sebagai figur yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan.
Jamaluddin menyampaikan ucapan selamat dan harapan bagi seluruh santri dan alumni.Atas nama Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Pidie, saya mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga momentum ini semakin mempererat hubungan antara para alumni dan lembaga tempat mereka menuntut ilmu, serta memperkuat semangat keislaman dan kebangsaan,” pungkasnya.
(Ali)





















































Discussion about this post