Gambar: Warga bersama aparat pemerintah setempat saat melakukan gotong royong dan merobohkan sebuah gubuk liar di wilayah RT 24 RW 04, Kelurahan Sembilan Ilir, Palembang, Jumat (19/9/2025).
PALEMBANG (Utusan Rakyat) – Kegiatan gotong royong bersama atau sering disebut Jumat Bersih (Jumsih), kembali dilaksanakan di wilayah RT 24 RW 04, Kelurahan Sembilan Ilir, Kecamatan Ilir Timur Tiga, pada Jumat (19/9/2025) pagi. Kegiatan ini bertujuan menjaga kebersihan, keindahan, dan kesehatan lingkungan serta mempererat kebersamaan, kepedulian, dan silaturahmi antarwarga.
Adapun lokasi gotong royong berada di Jalan Cendrawasih, Merpati, Sikatan, Srigunting, sampai samping Hotel The Alts.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LPMK Kelurahan Sembilan Ilir Pebian Yustisiano, S.H., Camat Ilir Timur Tiga Rusmeidi Saputra, S.STP., M.Si., beserta jajaran, dan Lurah Sembilan Ilir Rosyidah, S.Sos., M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris Lurah Beni Yuliansyah dan Kasi Trantib Arlan. Turut hadir pula Ketua RT 24 Daulat Ratna, S.E., Ketua RW Helfie, Bhabinkamtibmas Ilir Timur Tiga Boedi Ir, UPTD Dispenda beserta jajarannya, dan Dinas Sosial.
Pebian Yustisiano, S.H., yang juga seorang advokat, mengatakan bahwa gotong royong kali ini melibatkan warga serta dibantu oleh aparat dari kecamatan, kelurahan, hingga kepolisian. “Kami menemukan gubuk liar, alhamdulillah, sudah dirobohkan oleh warga dibantu dari pihak Kecamatan dan Kelurahan serta UPTD DLHK Kecamatan Ilir Timur Tiga,” ucapnya.
“Kami juga meminta kepada pemerintah terkait ke depannya untuk mengadakan pengawasan pembangunan di lokasi ini. Harus dikroscek apakah benar-benar berizin karena diduga ada pelanggaran. Wilayah tersebut serta jalan semakin sempit dan got semakin kecil, oleh karena itu harus dicek benar-benar,” bebernya.
Pebian menambahkan, selaku ketua LPMK, ia mengajak RT dan RW untuk mendorong pemerintah serta lembaga terkait agar mengawasi pembangunan yang diduga tidak berizin dan tidak memiliki AMDAL. “Di wilayah Sembilan Ilir ini rawan banjir dan masalah Amdal lalu lintas karena rambu-rambu banyak yang hilang. Pihak terkait, dalam hal ini Dishub Kota Palembang, harus menindak. Banyak juga dugaan pelanggaran lain seperti saluran drainase dan parkir yang memakan badan jalan sehingga membuat kemacetan,” jelasnya.
“Kami berharap Pemerintah harus tegas, jangan diam. Saya juga berharap pihak kecamatan, kelurahan, sampai tingkat RT terus mendorong gaya hidup sehat melalui lingkungan yang bersih, aman, rapi, dan indah,” tutupnya.
(amir)
Copyright © 2023-2025 PT. Mahesa Cakra Persada
(Utusan Rakyat News Network).
All Rights Reserved.




















































Discussion about this post