Gambar: Papan informasi proyek drainase di Jalan Suka Karya, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar (kiri) dan kondisi fisik galian drainase yang sedang dikerjakan (kanan). Proyek senilai lebih dari Rp958 juta ini dikerjakan oleh CV Sahabat Muda Konstruksi dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Kampar tahun anggaran 2025.
Kampar, Riau (Utusan Rakyat) – Warga Desa Tarai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menyampaikan keluhan terkait proyek pembangunan gedung ase yang tengah berlangsung di Jalan Sukakarya pada 22 Oktober 2025. Proyek yang dikerjakan oleh CV Sahabat Muda Kontruksi ini diduga tidak sesuai dengan BasTek (spesifikasi teknis dan bestek) yang telah ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat.
Menurut laporan masyarakat, terdapat sejumlah indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek. Keluhan yang paling mencuat antara lain meliputi:
– Penggunaan bahan bangunan yang diduga tidak sesuai kualitas standar, seperti semen, besi beton, dan cat yang tampak lebih murah dan tidak memenuhi spesifikasi teknis.
– Teknik pengerjaan yang kurang tepat, termasuk pemasangan struktur pondasi yang tidak kokoh serta pengerjaan dinding yang retak dan tidak rapi.
– Keterlambatan penyelesaian proyek yang sempat melebihi batas waktu kontrak tanpa ada penjelasan resmi kepada warga.
– Kurangnya pengawasan dari pihak pengawas teknis lapangan yang menyebabkan kekhawatiran akan dampak keselamatan bagi pengguna gedung nantinya.
Seorang warga Desa Tarai, yang memilih untuk tidak menyebutkan namanya, menyampaikan harapannya, “Kami berharap pihak pelaksana dan pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan ulang dan perbaikan. Proyek ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga keselamatan dan kenyamanan warga kami. Kami tidak ingin hasilnya buruk dan merugikan masyarakat jangka panjang.”
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, CV Sahabat Muda Kontruksi belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan yang disampaikan oleh masyarakat setempat. Sumber di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kampar menyatakan akan segera melakukan audit teknis dan inspeksi lapangan untuk memastikan kepatuhan proyek terhadap BasTek yang berlaku.
Pemerintah daerah dan masyarakat berharap agar permasalahan ini dapat segera dituntaskan demi keberlanjutan pembangunan yang berkualitas dan aman bagi seluruh warga.
(Tim Utusan Rakyat)




















































Discussion about this post