Gambar: Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Mekarsari, Cileungsi, salurkan zakat fitrah ke 50 mustahik di TK ABA IV/TPQ. Dipimpin Wartoyo, program rutin sejak 2005. Tausiah Ustad Mahpudin pesan persatuan umat untuk Indonesia Emas 2045.
Bogor (Utusan Rakyat) – Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912 di era penjajahan Belanda, terus eksis membangun umat dari masa kemerdekaan 17 Agustus 1945, Reformasi 1998, hingga era milenial dan Generasi Z yang melek teknologi saat ini. Melalui sumbangsihnya di bidang sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, serta penguatan keimanan, Muhammadiyah melahirkan generasi unggul yang menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tujuan utama Persyarikatan Muhammadiyah adalah mengajak umat Islam Indonesia bertaqwa kepada Allah SWT sambil memanfaatkan sains, teknologi, dan pengetahuan untuk membangun peradaban maju. Program ini diturunkan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke 38 pimpinan wilayah provinsi, 560 pimpinan daerah kabupaten/kota, pimpinan cabang kecamatan, serta 85.000 pimpinan ranting tingkat desa/kelurahan. Implementasinya dilakukan melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti sekolah, universitas, masjid, mushola, rumah sakit, panti sosial (PKO), dan pondok pesantren (mualimin/tahfidz).
Kegiatan ini didasari Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28, Anggaran Dasar/Dasar Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah, QS Al Imran ayat 103-104, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.
Sejalan dengan itu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar Safari Ramadhan dan Santunan Peduli Dhuafa ke-20 tahunnya. Acara berlangsung di Gedung TK ABA IV/Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Mekarsari, Jalan Raya Cileungsi-Jonggol Km 4, Gang H. Oyah, Cigarogol RT 08/RW 03. Dipimpin Ketua Panitia Wartoyo, kegiatan ini menyalurkan zakat fitrah, infak, dan sedekah kepada 50 mustahik, yatim piatu, serta dhuafa.
Wartoyo, didampingi Sekretaris Panitia Sri Mulyati, menjelaskan bahwa program ini rutin digelar setiap Ramadhan sejak ranting berdiri pada 6 Maret 2005. “Tujuannya meringankan beban saudara sebangsa se tanah air menjelang Lebaran, mencontoh pendiri bangsa dan Muhammadiyah. Saat puasa dan Idul Fitri, tidak ada jarak antara kaya dan miskin; semua bergembira, bersemangat, dan bersyukur kepada Allah SWT,” ungkap Wartoyo.
Perwakilan Pemerintah Desa Mekarsari, Ketua RW Sopian, secara simbolis menerima bantuan untuk disalurkan kepada yang berhak seperti fakir miskin dan dhuafa. “Pemerintah desa bersyukur kepada ormas di wilayah kami yang membina iman melalui TK, TPQ, dan majelis taklim, serta membantu warga. Ini sangat membantu, semoga diikuti ormas dan lembaga Islam lain,” kata Sopian.
Acara penutup diisi tausiah agama oleh Ustad Mahpudin, Dewan Pembina dan Koordinator Wilayah Jawa Barat Utusan Rakyat. “Pupuk persatuan umat Islam dan sesama anak bangsa, termasuk Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Dengan bersatu dan kompak, program kesejahteraan masyarakat serta cita-cita Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah tercapai,” pesan Ustad Mahpudin.
Masyarakat setempat pun antusias. Ibu Entin, Ketua Alumni Siswa ABA yang berpengalaman sebagai kepala pengamanan perusahaan, mengajak warga mengantarkan anak ke TK ABA IV dan TPQ ABA. “Pendidikan usia dini adalah investasi masa depan. Anak kita akan menjadi manusia taqwa, berteknologi, toleran, dan berstandar nasional-internasional. Muhammadiyah punya sekolah di pelosok desa hingga luar negeri seperti Australia. Mari lanjutkan ke SD, SMP, SMA/SMK, dan universitas Muhammadiyah,” ajaknya.
Harapan besar dari kegiatan ini adalah mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang tangguh dan berprestasi.
/Mahpudin





















































Discussion about this post