Gambar: Pertemuan ini merespons polemik viralnya potongan ceramah Wapres RI ke-10 dan ke-12 tersebut di UGM. M. Jusuf Kalla menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dalam pemikirannya untuk menyakiti hati atau menista ajaran umat Kristen.
Jakarta (Utusan Rakyat) – Dalam upaya memperkuat toleransi dan menjaga kondusivitas antarumat beragama di tengah situasi yang sempat memanas akibat viralnya potongan ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Ephorus HKBP-Pdt. DR. Victor Tinambunan, MST, bersama Praeses HKBP-Pdt. Henri Napitupulu, M.Th., melakukan kunjungan penuh sukacita ke kediaman Bapak M. Jusuf Kalla pada Sabtu, 25 April 2026.
Kunjungan ini diikuti juga oleh Praeses Distrik DKI, Praeses Distrik Banten, serta Praeses Distrik Deboskab. Pertemuan tersebut menjadi simbol nyata semangat membangun kerukunan umat beragama di Indonesia, di mana para pimpinan HKBP menyampaikan pesan persaudaraan dan saling pengertian.
M. Jusuf Kalla menerima rombongan dengan hangat dan rasa kekeluargaan. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa tidak ada sedikit pun niat atau pemikirannya untuk menista atau menyakiti ajaran maupun hati umat Kristen melalui ceramahnya di UGM. Pernyataan ini disampaikan dalam suasana sukacita, menegaskan komitmennya terhadap harmoni antarumat.
Ephorus HKBP-Pdt. DR. Victor Tinambunan turut mengajak seluruh umat Kristen, khususnya warga jemaat HKBP di mana pun berada, untuk tetap bijaksana, tenang, dan tidak terprovokasi oleh segelintir pihak yang tidak menginginkan kedamaian, kesatuan, serta kerukunan umat beragama di Indonesia.
Kunjungan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam ini berfokus pada dialog terbuka untuk merawat kekondusifan bangsa. Para peserta sepakat bahwa kerukunan adalah pondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah dinamika isu sensitif yang beredar di media sosial.
Sebagai penutup yang bermakna, rombongan menyematkan “Ulos” kepada M. Jusuf Kalla. Simbol tradisi Batak ini diberikan sebagai tanda kasih, sukacita, dan penghargaan atas pertemuan serta diskusi yang harmonis.
Langkah ini mencerminkan peran aktif gereja dalam mempromosikan toleransi, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. HKBP menekankan pentingnya sikap dewasa dari semua pihak untuk menghindari polarisasi yang merugikan persatuan nasional.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi umat beragama untuk terus bersinergi membangun Indonesia yang damai dan inklusif.
/Red-UR





















































Discussion about this post