Gambar: Ketua Dewan Penasehat/Pembina DPP Presidium Bogor Timur, Sulasmo Sakuri SH., MH, mengajak 1,4 juta jiwa masyarakat Bogor Timur untuk mengoptimalkan lahan seluas 62 hektare di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, sebagai pusat ibu kota calon Daerah Otonom Baru (DOB).
Bogor Timur (Utusan Rakyat) – Ketua Dewan Penasehat/Pembina DPP Presidium Bogor Timur (Botim), Sulasmo Sakuri SH., MH, mengajak seluruh masyarakat Bogor Timur, yang berjumlah sekitar 1,4 juta jiwa, agar memanfaatkan optimal lahan seluas 62 hektare di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, sebagai pusat ibu kota pemerintahan daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur.
Pada malam hari Selasa, 28 April 2026, di wilayah calon DOB Bogor Timur, Sulasmo Sakuri menyampaikan bahwa lahan 62 hektare yang dihibahkan oleh Bupati Bogor Rudi Susmanto telah masuk ke dalam pengelolaan Badan Aset Pemda Kabupaten Bogor. Lahan tersebut diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi baru ketika Kabupaten Bogor Timur resmi terbentuk.
Menurut Sulasmo, dengan sudah tersedianya lahan dan potensi infrastruktur, seluruh masyarakat Bogor Timur tidak lagi bermimpi, melainkan tinggal menunjukkan tekad dan perjuangan kolektif untuk mewujudkan daerah otonomi baru.
Sulasmo menjelaskan bahwa tugas Dewan Pembina/Penasehat DPP Presidium Bogor Timur bersifat amanat hukum, yang tertuang dalam akta notaris dan akta kementerian hukum, serta diatur dalam AD/ART organisasi. Dewan Penasehat yang berjumlah 44 orang, kata dia, terdiri dari tokoh profesional dan proporsional, mulai dari ulama, kepala desa (75 desa), anggota DPRD, perwakilan TNI/Polri purnawirawan, advokat, pengusaha, hingga akademisi.
Sebelumnya, sejak tahun 1997, perjuangan pembentukan DOB Bogor Timur telah dilanjutkan oleh beberapa ketua umum KY dan Presidium, mulai dari Aos, Asep Saepudin, Dr. Hafiz, H. Maman Daning, Junaedi Samsudin, hingga Nafizul Alhafiz Rana sebagai Ketua Umum ke‑6. Seluruh proses tersebut dinilai Sulasmo sebagai langkah kolektif yang melibatkan kekuatan struktur besar dan dukungan masyarakat.
Dalam paparannya, Sulasmo mengingatkan kembali tahapan panjang perjuangan pemekaran Bogor Timur, mulai dari sosialisasi Surat Keputusan Musyawarah Desa (SKMD) di 75 desa, Rapat Dengar Pendapat (RDP) rakyat dusun dan desa, pengumpulan KTP dukungan, serta pengesahan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa.
Berkas pengajuan DOB Bogor Timur yang awalnya dirancang di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, kemudian beralih ke Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, sebagai pusat ibu kota baru. Saat ini, dokumen tersebut telah sampai di meja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI melalui Bupati Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor.
Sulasmo mengimbau Bupati Bogor Rudi Susmanto agar serius membangun infrastruktur penunjang di lahan 62 hektare tersebut, agar ketika Dirjen Kemendagri dan Komisi II DPR RI melakukan kajian kesiapan, Kabupaten Bogor Timur dinilai siap menjadi daerah otonom baru. Dalam jangka tiga tahun setelah terbentuk, ibu kota di Sukaresmi diproyeksikan mampu menjadi pusat ekonomi yang menghidupi Kabupaten Bogor Timur.
Kepada kepemimpinan kolektif DPP Presidium Bogor Timur, terutama Ketua Umum Nafizul Alhafiz Rana dan Sekretaris Jenderal Alex Slamet Riadi, Sulasmo menekankan pentingnya sikap merangkul, tidak memukul, serta menjaga kebersamaan: “Berdiri sama tegak, berjalan semapai indah, sejajar berjuang bersama.” Menurut dia, pengambilan keputusan struktural di DPP Presidium tidak mudah tanpa dukungan bulat dari 44 Dewan Penasehat dan Pembina.
Dalam obrolan santai, wartawan Biro Bogor dan Kaperwil Jabar mengangkat kesamaan semangat “kerja seiring, jangan mendahului” yang disampaikan Sulasmo dan Bupati Rudi Susmanto, yang juga dikenal sebagai kader Gerindra. Parman, wartawan Biro Bogor, menyebut bahwa Bupati Rudi banyak menekankan kerja beriringan dengan tim, bukan “di depan” atau “di belakang,” tetapi “sejajar.”
Sulasmo menegaskan bahwa dirinya adalah fans Rudi Susmanto dalam kerja profesional, namun menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah keberhasilan pengesahan Kabupaten Bogor Timur sebagai DOB oleh Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto. Soal calon bupati atau wakil bupati daerah otonom baru, menurutnya, akan dibahas secara politik saat momentumnya tiba.
Laporan: Kaperwil Jabar Mahpudin – Biro Bogor, Parman





















































Discussion about this post