Gambar: Ilustrasi nuansa ekonomi dan kebijakan publik stimulus pemerintah yang menyasar fresh graduate, pekerja lepas, dan driver ojol, sinergi kebijakan fiskal.
JAKARTA (Utusan Rakyat) – Pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi komprehensif dengan kode “8+4” yang akan diluncurkan hingga akhir 2025, melengkapi suntikan dana Rp200 triliun ke perbankan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan produktivitas masyarakat jelang penutupan tahun.
Paket stimulus ini mencakup beragam program terintegrasi yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Program unggulan adalah magang berbayar bagi lulusan baru (fresh graduate) dengan skema link and match untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. Selain itu, pemerintah memperluas cakupan Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah dari sektor padat karya ke industri perhotelan, restoran, dan kafe. Program bantuan pangan juga diperpanjang tiga bulan kedepan, sementara jaminan BPJS Ketenagakerjaan akan mencakup pekerja lepas termasuk driver ojek online.
“Total programnya ada 8 plus 4, semua kita dorong sampai akhir tahun,” kata Airlangga usai rapat koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Jumat. Program ini juga meliputi fasilitas perumahan, renovasi, dan kepemilikan rumah melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta program padat karya di sektor perhubungan dan perumahan.
Stimulus ekonomi “8+4” ini melengkapi kebijakan serupa yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan memberikan diskon pajak hingga 50 persen untuk sektor perhotelan dan 20 persen untuk restoran. Insentif Jakarta tersebut telah berlaku sejak Agustus dan akan terus diperpanjang hingga Desember 2025, mencerminkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong sektor ekonomi strategis.
Keseluruhan paket stimulus ini didukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang perizinan berusaha berbasis risiko yang akan efektif mulai 5 Oktober. Menteri Keuangan Purbaya memastikan fleksibilitas anggaran melalui realokasi pos belanja yang tidak terserap untuk membiayai program-program prioritas. Total nilai anggaran stimulus akan difinalisasi dalam rapat lanjutan.
(@PT)





















































Discussion about this post